Banyak Kasus Korupsi di Kota Malang Alot

SELIDIKI: Kapolda Jatim, Irjen Pol Anas Yusuf usai melakukan kunjungan kerja Polda Jatim ke Polres Malang Kota, kemarin (25/11/14)
 
MALANG – Banyak kasus korupsi di Kota Malang belum terungkap. Hal ini membuat Kapolda Jatim, Irjen Pol Anas Yusuf tampak terkejut. Saat ditanyai soal sikap Polda Jatim melihat banyaknya kasus korupsi di Kota Malang yang belum selesai, mantan Wakabareskrim Mabes Polri ini malah bertanya balik kepada wartawan.
"Kasus korupsi apa? Apa saja?" ujarnya dengan wajah terkejut saat ditanyai soal kasus-kasus korupsi di Kota Malang yang penyelesaiannya masih alot, usai melakukan kunjungan kerja Polda Jatim ke Polres Malang Kota, kemarin (25/11/14). 
Menurut dia, pihaknya akan melakukan kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menanganinya. "Kita dengan KPK bergandeng tangan. Kita dan KPK punya tugas koordinasi dan supervisi," jelas dia.
Beberapa kasus korupsi di Kota Malang yang sempat hangat diperbincangkan adalah kasus korupsi RSUD Saiful Anwar, jembatan Kedungkandang, serta mark up dana lahan kampus II UIN Maliki Malang. Dalam pemberitaan Malang Post sebelumnya, KPK mulai menyorot kasus-kasus ini.
Anas sendiri menyatakan, dia belum mendapat laporan soal kasus itu. Kendati demikian, dia akan meneliti lebih lanjut soal korupsi tersebut. "Akan kita lihat potensi di Malang yang ada indikasi korupsi. Kita coba dalami," tandasnya. 
Lebih lanjut, Anas menyatakan seandainya benar-benar ada indikasi korupsi di Kota Malang. Pihaknya akan segera memproses. Bila tidak bisa diproses Polda, kasus tersebut akan dibawa ke KPK. "Kita minta kesediaan temen KPK untuk melakukan fungsi koordinasi dan supervisi," kata Anas.
Sebelumnya, penyidik KPK, Kompol Hendrik N Christian menyatakan mulai menyelidiki kasus korupsi di Kota Malang. Berdasarkan informasi yang dihimpun Malang Post, dia sudah meminta pihak Pemkot Malang untuk memberikan data-data pendukung pengungkapan kasus korupsi. 
"Kami intensif memeriksa kasus-kasus dugaan korupsi di Kota Malang, diantaranya proyek jembatan Kedungkandang dan RSUD," jelasnya beberapa waktu lalu, saat tengah memeriksa saksi dari PT Indra Karya yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan detailing engineering design pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Mamberamo 2009-2010, yang menyeret mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu. (erz/ary)