BNN Ringkus Tiga Bandar Narkoba

Barang Haram Dipasok Napi Nusa Kambangan
MALANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang berhasil menangkap ‘ikan’ besar. Tiga bandar narkotika kelas kakap berhasil diringkus. Dua bandar asal Malang, satunya dari Kabupaten Kediri. Mereka inilah, yang mengedarkan barang haram di wilayah Malang Raya.
Ketiga bandar narkoba ini masing-masing, Rendi Subagyo alias Bondet, 36 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis. Slamet Arifin alias Reog, 44 tahun, warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi. Dan Tony Iswahyudi, 31 tahun, warga Jalan Slamet, Pare, Kediri.
“Kami (BNN, red) menangkap pelaku narkoba berbeda dengan cara kerja polisi. Kalau kami selalu menangkap sampai jaringannya. Untuk A, napi LP Nusa Kambangan yang menjadi pemasok masih kami selidiki,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Malang, AKBP Basuki Effendhy yang memimpin langsung penangkapan.
Dengan tertangkapnya tiga bandar narkoba ini, membuktikan bahwa peredaran narkotika di wilayah Malang Raya cukup marak. Barang bukti diamankan dari mereka, cukup banyak, yaitu 110 gram sabu-sabu (SS) senilai sekitar Rp 200 juta lebih serta 8 ribu butir pil koplo.
Yang lebih ironisnya lagi, barang haram serbuk putih tersebut, ternyata dipasok seorang narapidana kasus narkoba di Lapas Nusa Kambangan. Barang dikirim lewat seorang kurir yang kini masih buron.
Menurut Basuki, dari ketiga bandar ini, Tony Iswahyudi yang kali pertama tertangkap dibekuk di sebuah apartemen di Jalan Soekarno Hatta Kota Malang. Tony merupakan tangan kanan Rendi alias Bondet. Ia menjadi pengedar narkotika untuk wilayah Kota Batu, Pujon, Ngantang serta Kecamatan Kasembon. Termasuk mengedarkan barang haram itu di Kediri.
Barang bukti yang diamankan dari Tony ini, 10 gram SS senilai sekitar Rp 20 juta, 8 ribu butir pil koplo, sebuah timbangan elektrik serta seperangkat alat hisap. Dari penangkapan Tony ini, kemudian dikembangkan dengan menangkap Rendi alias Bondet, di rumah satunya di Desa Asrikaton, Pakis. Barang buktinya hanya berupa seperangkat alat hisap.
Selanjutnya, dari Rendi, BNN menjutkan buruannya ke Slamet alias Reog. Lagi-lagi, BNN mendapatkan hasil tangkapan yang memuaskan. “Slamet yang kami ringkus di rumahnya, didapati barang bukti berupa satu ons (100 gram) SS,” kata Basuki.
Berdasarkan pengakuan Rendi serta Slamet alias Reog inilah, diketahui bahwa barang haram yang mereka edarkan berasal dari A, seorang napi LP Nusa Kambangan. Mereka memesan barang haram tersebut lewat telepon, pembayarannya dikirim lewat rekening. Barang dikirim melalui seorang kurir dengan cara ranjau. Setiap sepekan sekali, barang yang dipesan 1 – 2 ons SS.
“Mereka ini kami kenakan pasal 112, 114 dan 132 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dan untuk ketiga orang ini, sekarang kami proses dengan ditahan di BNN Provisi Jawa Timur,” paparnya.(agp/aim)