Polres Gagalkan Pengiriman TKI Ilegal

KEPANJEN- Polres Malang berhasil menggagalkan pengiriman dua orang TKI dan seorang TKW secara ilegal, yang akan dipekerjakan di Brunei Darussalam. Seorang wanita mafia pelaku pengiriman TKI illegal ditangkap Rabu (26/11). Yakni Farah Khoirian, 44 tahun, warga Dusun Jarakan Desa Donowarih Kecamatan Karangploso.
Pengiriman TKI ilegal ini digagalkan Satreskrim Polres Malang, saat tersangka hendak memberangkatkan pengiriman ketiga orang pekerja itu ke Brunei Darussalam. Korbannya yakni Ngatini, 33 tahun, warga Desa Tawangagung Kecamatan Ampelgading dan Marjan, 41 tahun, warga Desa Mulyosari Kecamatan Ampelgading.
Sedangkan seorang korban terakhir yakni Muhammad Safi’I, 24 tahun, warga Desa Sumbertangkil Kecamatan Tirtoyudo. “Tersangka kami tangkap di rumahnya, saat hendak mengirimkan ketiga korban ke negara tujuan Brunei Darussalam,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Ia menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan menghubungi calon korbannya via HP yang diming-imingi bekerja ke luar negeri dengan pendapatan berlipat. Saat mendaftar, para calon korbannya tersebut dibebani biaya senilai Rp 10 juta. Setelah mendaftar, para korbannya diperkenankan menunggu di rumah tersangka.
Lanjutnya, para korbannya harus menunggu dua bulan lebih sebelum diberangkatkan ke Brunei Darussalam. “Alasannya untuk proses pembuatan berbagai macam persyaratan maupun perizinan untuk bekerja di luar negeri, seperti passport dan visa kerja,” ujar perwira pertama (Pama) dengan tiga balok di pundak tersebut
Menurutnya, seluruh perizinan yang dilakukan tersangka itu dilakukan atas kerjasama dengan orang dalam Dubes Brunei Darussalam untuk Indonesia dan Kantor Imigrasi. Yakni tersangka mempunyai rekan yang bisa diperbantukan mengurus surat-surat itu.
“Tersangka juga mempunyai jaringan di Brunei Darussalam. Tepatnya yakni sebuah perusahaan tenaga kerja di Brunei Darussalam bernama Sarikat Nor Saima,” terang mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini. Dijelaskannya, seluruh proses yang dilakukan secara ilegal, tidak mempunyai izin dan tidak melalui PJTKI yang terdaftar.
Sedangkan penangkapan tersangka itu, dijelaskannya berkat informasi dari masyarakat. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata informasi itu benar. Kemudian Satreskrim Polres Malang langsung melakukan penggrebekan di rumah tersangka. Menurutnya, tersangka pelaku lama dan pernah masuk bui dengan kasus yang sama.
Tepatnya tersangka melakukan hal itu pada tahun 2009 silam dan harus dihukum dua tahun penjara. “Untuk kali ini, tersangka kami jerat dengan pasal 102 UU No 39 Tahun 2004 tentang penempatan TKI ilegal Junto Pasal 378 tentang penipuannya. Ancamannya sendiri minimal dua tahun penjara dan maksimal 10 tahun penjara,” kata ia.
Pihaknya saat ini juga menyelediki lebih lanjut terkait kasus tersebut. Pasalnya diduga melibatkan jaringan yang lebih luas lagi dan pelaku lainnya yang belum tertangkap.
Sedangkan tersangka mengaku mendaptkan keuntungan senilai Rp 2 juta saat mengirim TKI secara ilegal tersebut. Sedangkan dia mengaku bisa menjalankan transaksi secara ilegal tersebut, lantaran almarhum suaminya orang Brunei Darussalam.
“Saya menjalankan usaha ini, sejak ditinggalkan suami saya. Apalagi saudara saya di Brunei Darussalam, juga mendukung. Saya juga butuh uang untuk mencukupi kehidupan sehari-hari bersama anak,” kilahnya.(big/ary)