Kakak-Adik Kendalikan Penipuan Lewat LP

MALANG – Kerja keras Satreskrim Polres Malang Kota, mengungkap jaringan penipuan modus mengaku anggota polisi yang menangkap anak korban karena terjerat kasus narkoba, akhirnya berbuah hasil. Akhir pekan lalu polisi berhasil menangkap pelakunya.
Tersangkanya dua orang kakak-beradik yaitu Arisiswan alias Iwan, 30 tahun serta adik kandungnya Diko, 25 tahun, warga Dusun Aman Damai I, Desa Aman Damai, Kecamatan Serapit, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Keduanya adalah narapidana kasus narkotika yang kini ditahan di LP Binjai Sumut.
“Kedua tersangka penipuan ini, sekarang masih berstatus narapidana dan sedang menjalani tahanan di LP Binjai Sumut. Mereka berada di LP Binjai Sumut sejak 2012 lalu, karena kasus narkotika jenis ganja seberat 10 kilogram. Kedunya divonis selama 11 tahun,” terang Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro.
Penangkapan kedua pelaku penipuan ini, menurut perwira dengan pangkat balok tiga, berawal dari beberapa laporan yang masuk ke Polres Malang Kota. Setiap korban melaporkan kalau mereka tertipu oleh polisi gadungan, yang mengatakan telah menangkap anak korban karena terlibat kasus narkoba.
Korban yang percaya dengan ucapan pelaku, kemudian diminta untuk menebus dengan mentransfer sejumlah uang ke rekening yang ditunjukkan pelaku. “Berdasarkan beberapa laporan itulah, kami lalu mempelajari modus yang dilakukan oleh pelaku. Memang cukup lama untuk menyelidikinya, namun akhirnya berhasil kami ungkap,” terang Adam.
Berdasarkan pemeriksaan, kedua pelaku mengatakan kalau mereka melakukan penipuan dengan menghubungi korban melalui HP di dalam LP. Ketika korban berhasil diperdayai, pelaku meminta korbannya untuk segera mentransfer uang. “Dari pemeriksaan selama sebulan rata-rata pelaku berhasil mengantongi uang sekitar Rp 50 juta. Di Kota Malang sendiri, selama ini sudah ada 12 laporan penipuan modus ini. Kini kami masih mengembangkan kasusnya, apakah ada pelaku lainnya,” jelasnya.(agp/ary)