Enam Bulan Sikat Sembilan Sepeda Motor

KEPANJEN- Abdul Aziz, 33 tahun, warga Jalan Lawu Sukun RT 5 RW 3 Kelurahan/Kecamatan Kepanjen, sejak kemarin meringkuk sel Mapolsek Kepanjen. Dia tersangkut kasus penipuan dan penggelapan sepeda motor di sembilan lokasi. Korban terakhir, Arifin, 30 tahun warga Desa Tegalsari Kecamatan Kepanjen.
Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti Sepeda Motor Honda Beat AG 3153 IA beserta STNK atas nama Rifai Warga Srengat Blitar.
“Tersangka merupakan pemain lama. Karena pada tahun 2010, tersangka pernah dihukum kasus yang sama,” ujar Kapolsek Kepanjen Kompol Sulityo Nugroho kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, menurut pengakuan tersangka, sudah melakukan penipuan dan penggelapan sepeda motor sebayak sembilan TKP selam enam bulan ini, antara lain di Ponorogo, Trenggalek, Biltar, Tulungagung, Pakisaji, Kepanjen, Kalipare, Sumberpucung dan Blimbing Kota Malang. “Modus yang digunakan tersangka yakni berkenalan dengan korban dan meminjam sepeda motornya,” kata perwira pertama (Pama) dengan satu melati di pundaknya tersebut.
Lanjut dia, modus lain yang digunakan tersangka yakni dengan mengaku bisa memperbaiki sepeda motor yang rusak. “Kemudian, motor itu dibawa lari oleh tersangka. Setelah situasi dirasa aman, tersangka kemudian menggadaikan sepeda motor itu,” terang mantan Direktorat Pengamanan Obyek Vital (Pam Obvit) Polda Jatim ini.
Paling sedikit tersangka menggadaiakan satu unit sepeda motor senilai Rp 800 ribu dan paling banyak Rp 1,5 juta. Menurutnya, tersangka menjalankan aksinya lintas daerah maupun di Jawa Timur. Salah satunya, tersangka menjalankan aksinya di Blitar dan membawa sepeda motor Honda Beat AG 3153 IA.
“Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUH tentang penggelapan yang ancaman hukuman empat tahun penjara,” kata dia. Tersangka Abdul Aziz dihadapan penyidik yang memeriksanya menjelaskan, dia  nekat melakukan perbuatan itu, lantaran terdesak oleh kebutuhan ekonomi.
Selain itu, uang hasil penggelapan dan penipuan sepeda motor yang dia lakukan, bakal dipergunakan untuk mencari anaknya yang disembunyikan mantan mertuanya.
“Saya sudah cerai dengan istri saya. Sejak cerai itu, istri saya iku mantan mertua saya. Saya melakukan hal ini, uangnya untuk cari anak saya,” kilah tersangka. (big/aim)