Dendam, Pukuli Teman Sampai Bonyok

KEPANJEN- Amengku Aji, 21 tahun, warga Desa Gedog Wetan, Kecamatan Turen, nekat menganiaya temannya sendiri, Doni Irawan, 24 tahun, yang masih satu desa dengannya. Tersangka nekat melakukan penganiayaan itu, lantaran kesal kakaknya, Riza, 25 tahun, dipukul oleh korban.
“Tersangka ditangkap di rumahnya. Saat ditangkap, dia mengakui perbuatannya,” kata Kanit Idik IV Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang Iptu Sutiyo SH M.Hum kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya, perbuatan yang dilakukan tersangkat terjadi pada akhir bulan November lalu. Malam itu kakak tersangka tiba-tiba dipukul oleh korban di lapangan Desa Gedog Wetan tanpa alasan yang jelas. Tidak terima dengan perlakukan korban, tesangka tersulut emosinya dan berniat melakukan balas dendam. Tersangka, berniat untuk mendatangi tempat korban dan melakukan pembalasan.
“Sebelumnya, tersangka ini sudah terlebih dahulu mabuk Miras trobas. Sehingga emosi tersangka tidak terkontrol akibat mimun itu,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan satu balok di pundaknya ini
Sesampainya di lapangan Desa Gedog Wetan, tersangka langsung memukul wajah korban sebanyak tiga kali hingga mengalami pendarahan di bibirnya. Puas melakukan hal itu, tersangka langsung ngacir.
Tidak terima atas perlakuan itu, keesokan harinya korban melapor peristiwa itu ke SPKT Polres Malang.Korban melakukan visum rumah sakit untuk melengkapi laporan. Setelah visum keluar dan dinyatakan luka korban akibat pukulan, penyidik Satreskrim Polres Malang langsung menangkap tersangka di rumahnya.
“Tersangka kami jerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang ancaman hukumannya minimal empat tahun penjara,” urainya.
Sedangkan tersangka nekat melakukan perbuatan itu, lantaran kesal kakak sepupunya dipukul oleh korban.
“Saya lihat kakak sepupu saya sudah bonyok. Tidak terima, saya langsung nyamperin korban dan langsung muku. Saya juga tidak terkendali, karena habis minum miras jenis trobas,” kata tersangka di hadapan penyidik yang memeriksanya. (big/aim)