14 Tahun Jadi Pengedar SS Dibekuk

KEPANJEN- Satres Narkoba Polres Malang terus berupaya memberantas peredaran narkotika di Kabupaten Malang. Seorang pengedar dan seorang pengguna sabu-sabu (SS) ditangkap awal pekan kemarin, di dua tempat berbeda.
 Pengedarnya, Sudarto, 54 tahun Jalan Gajah Mada RT 06 RW 02 Desa Gondanglegi Wetan, Kecamatan Gondanglegi. Sedangkan penggunanya adalah Sugeng Nuriadi, 24 tahun, warga Desa Pandanrejo RT 07 RW 02 Kecamatan Pagak.
 “Dari tersangka Sudarto ditemukan dua poket SS seberat 0.6 gram. Sedangkan dari tersangka Sugeng, ditemukan satu poket SS seberat 0.3 gram,” ujar KBO Resnarkoba Polres Malang Ipda Suryadi kepada Malang Post, kemarin.
Tersangka Sudarto sudah menjalankan bisnis mengedarkan barang haram tersebut sejak tahun 2001 silam. Tersangka mendapatkan serbuk putih itu dari salah seorang berinisal AN yang berada di Kota Surabaya. Transaksinya, tersangka memesan SS tersebut via telepon dan melakukan pembayarannya via transfer bank.
Tempat pengambilannya telah ditentukan oleh AN. Setiap kali transaksi, tersangka harus merogoh kocek sebesar Rp 700 ribu per dua poket.
 “Setelah tersangka mendapatkan SS itu, kemudian dijual kembali kepada teman kerjanya. Mulanya, tersangka terlebih dahulu memberikan secara gratis,” terangnya.
Selain sebagai pengedar kata dia, tersangka juga sebagai pengguna aktif SS sejak tahun 2001. Hanya, kiprahnya selama ini belum terendus oleh kepolisian. Tersangka dapat ditangkap, bermula dai informasi masyarakat yang bersangkutan mengedarkan SS.
“Tersangka mengaku untuk Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu setiap kali transaksi. Keuntungannya, dibuat tersangka untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan membayar hutang,” kata perwira pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya ini. Untuk tersangka Nuriadi, yang bersangkutan baru mengkonsumsi SS sebanyak dua kali.
Tersangka mendapatkan SS dari Nanang alias Petra yang sudah terlebih dahulu masuk sel jeruji Mapolres Malang. “Untuk penangkapan tersangka Sugeng ini, merupakan pengembangan dari tersangka Nanang alias Petra yang sudah kami tangkap sebelumnya. Nanang ini, mencatut nama Sugeng, sehingga kami lakukan penangkapan,” tuturnya.
Sementara itu, tersangka Sugeng Nariyadi nekat mencoba barang haram itu, lantaran penasaran ingin mengicipinya. “Setelah mengkonsumsi SS, saya jadi betah melek. Selain itu, badan terasa jadi hangat dan ketagihan,” kata dia.
Atas perbuatannya tersebut, Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 122 subider Pasal 127 UU Nomor 35 tentang Narkotika dengan hukuman minimal empat tahun penjara. (big/aim)