Rebutan Warisan, Kakak Aniaya Adik

KEPANJEN- Peristiwa tragis menimpa Misnan Deni, 45 tahun, warga Dusun Sumbertangkep Desa Sumbersuko, Kecamatan Dampit. Dia dianiaya kakak kandungya sendiri, Mudjiono, 52 tahun, gara-gara rebutan warisan. Korban melaporkan peristiwa tersebut ke SPKT Polres Malang kemarin siang.
Korban mengalami luka memar di wajahnya. Tidak cukup itu saja, korban juga melaporkan kakak kandungya itu terkait pencurian.
 “Sebelum menganiaya, kakak saya terlebih dahulu mencuri kayu jati. Lahan saya juga dirusak dan dibuat berantakan,” ujar Misnan kepada Malang Post kemarin.
Menurutnya, kejadian pencurian serta penganiayaan yang dilakukan itu tidak sekali ini saja, melainkan berulang kali. Sebelumnya, dia mengalami penganiayaan pada bulan Agustus lalu. Tidak berselang lama, kayu jati yang berada di lahannya juga dicuri. Sontak, peristwa yang dialaminya itu, membuatnya kesal dan meresahkan.
“Permasalahannya gara-gara warisan tanah dan rumah. Dia ingin mendapatkan yang lebih dari saya. Padahal sudah mendapatkan bagian masing-masing,” keluhnya.
 Dia juga pernah diancam akan dibunuh, bila tidak menyerahkan lahan dan rumahnya. Puncaknya, pada hari Rabu kemarin, korban didatangi di rumahnya dan dipukul wajahnya.
Tidak betah apa yang dialaminya tersebut, membuat korban memberanikan diri melaporkan ke Mapolres Malang. “Suami saya kerja jauh, jadi tidak ada yang membela dan melindungi. Terpaksa saya lapor kepada pak polisi,” kata ibu satu anak ini.
Menurutnya, kemungkinan kakanya nekat melakukan hal itu, lantaran atas hasutan dari istrinya bernama Jamiatun, 50 tahun. “Pada dasarnya, kaka saya itu keras kepala dan susah diatur,” terangnya.
Kepolisian menerima laporan korban tersebut dikuatkan dengan visum yang dikeluarkan RSUD Kanjuruhan dan akan langsung melakukan penyelidikan terkait kasus ini. “Pertama yang dilakukan akan langsung melayangkan surat panggilan kepada pelapor. Selain itu, juga menghimpun keterangan dari para saksi yang mengetahui perisitiwa penganiayaan itu,” kata Kanit Idik Iv Satreskrim Polres Malang Iptu Sutiyo. (big/aim)