Polisi Panggil Beberapa Saksi

MALANG – Laporan nasabah Koperasi Simpan Usaha (KSU) Makmur Sejati, yang melaporkan Mochammad Untung, karena diduga telah membawa kabur uang milik ratusan nasabah, mulai diseriusi penyidik Reskrim Polres Malang Kota. Untuk itu,  polisi segera  akan memanggil beberapa orang untuk dimintai keterangan sebagai saksi.
“Kami segera memanggil beberapa orang untuk dimintai  keterangan sebagai saksi. Sejauh ini, baru satu orang nasabah  yang melapor ke Polres Malang Kota,” ujar Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro kepada Malang Post.
Ditambahkan, setelah meminta keterangan beberapa orang saksi, selanjutnya polisi akan mencari keberadaan M Untung. Pasalnya, sejak kasus ini mencuat, apalagi banyak nasabah yang meminta uangnya dikembalikan, Untung langsung menghilang. Istri serta anak-anaknya juga ikut dibawa.
Tetangga mau karyawan KSU Makmur Sejati, sama sekali tidak mengetahui keberadaan Untung. Rumahnya yang berada di Jalan Pisang Candi Malang, tertutup rapat. Rumah berpagar cokelat tersebut disegel oleh warga sekitar.
“Untuk status pemilik koperasi, nanti kita lihat dulu dari hasil penyelidikan. Karena saat ini kami masih akan menyelidiki perkaranya dengan memeriksa saksi-saksi,” ujarnya.
Sekadar diketahui, pemilik Koperasi Simpan Usaha (KSU)  Makmur Sejati, di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Mochammad Untung, dilaporkan ke Polres Malang Kota, Selasa (11/11) lalu. Warga Jalan Pisang Candi 10 Malang ini, dipolisikan karena diduga telah membawa kabur uang milik ratusan nasabah yang nilainya miliaran rupiah.
Berdasarkan keterangan salah satu karyawan koperasi sebelumnya, bahwa jumlah anggota (nasabah) KSU Makmur Sejati sekitar 1800 orang yang tersebar di seluruh cabang. Permasalahan muncul, karena dari total nasabah tersebut, banyak anggota yang belum membayar (mengembalikan) pinjaman uang. Termasuk banyak yang belum membayar setoran wajib sebesar Rp 10.000.(agp/nug)