Demi Anak, Indra Nekad Bobol PT Hanyl

Polrestabes Surabaya berhasil membekuk pelaku yang diduga sebagai pembobol kantor PT Hanlyn Jaya Mandiri di Jl. Veteran Surabaya. Penangkapan dilakukan hanya selang dua hari pasca laporan yang dilakukan korban, awal pekan ini.
‘’Pelakunya tidak jauh-jauh dari areal pertokoan di Jl. Veteran. Karena sehari-hari pelaku juga bekerja di kawasan yang sama,’’ kata Kompol Suparti, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya di Mapolrestabes Surabaya, kemarin siang.
Seperti diberitakan di harian ini sebelumnya (edisi 02/12) kantor PT Hanlyn Jaya Mandiri telah dibobol maling saat kantor ekspedisi ini tengah libur kerja. Kerugian yang diderita perusahaan angkutan BBM antar pulau ini dibawa kabur diperkirakan mencapai Rp 3 juta dan S$ 10 satu lembar.
Dikatakan Suparti, pelaku bernama M Indra Guntur (30 tahun) warga Jl. Ketintang Surabaya. Tetapi penangkapan dilakukan ketika tersangka tengah berada di Jl. Rajawali Surabaya saat hendak mengembalikan mobil milik rekannya.
‘’Proses penangkapan begitu cepat berkat bantuan rekaman CCTV di komplek perkantoran. Dari rekaman itu petugas langsung melakukan pendalaman dan mendapatkan siapa orangnya,’’ kilah Suparti.
Suparti menyebutkan, dalam melakukan aksinya Indra lebih dahulu membobol jendela kantor Lintas Layan Cargo. Setelah masuk melalui kantor perusahaan ekspedisi ini berdempetan dengan kantor PT Hanyl, pelaku kemudian naik ke plafon.
Kemudian, tambah dia, saat di atas plafon PT Lintas Layan Cargo pelaku bergeser ke palfon PT Hanyl. Dari situlah, plafon dijebol dan berhasil masuk ke kantor PT Hanyl. Kemudian tersangka mencuri mini brankas berisi uang tunai sebesar Rp 3 juta, keyboard serta mouse komputer.
‘’Saya terpaksa mencuri karena masalah ekonomi. Hasil curian untuk mencukupi kebutuhan anak saya,’’ ujar Indra sambil menangis kepada wartawan dengan menyebut memiliki dua anak masih balita. Akibat perbuatan tersebut tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.(has/ary)