Mahasiswi Tertipu Rp 52 Juta

MALANG – Sekalipun sudah banyak yang tertipu, namun masih saja ada warga yang menjadi korban penipuan, dengan modus memenangkan hadiah. Seperti yang dialami Siska Dian, 19 tahun, seorang mahasiswi, warga Sumberporong, Kecamatan Lawang. Ia menjadi korban penipuan dari penelpon gelap, yang mengatakan bahwa korban telah memenangkan hadiah.
Akibat penipuan tersebut, korban mengaku telah menderita kerugian sekitar Rp 52 juta. Kasus penipuan itupun, oleh korban langsung dilaporkan ke petugas Polres Malang Kota. Kini laporannya masih dalam tahap penyelidikan.
“Untuk laporan korban sudah kami terima. Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan Unit Reskrim,” ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni, sembari mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan undian berhadiah, karena itu adalah modus penipuan.
Sesuai keterangan korban saat laporan kepada petugas, kejadian yang dialaminya terjadi awal pekan lalu. Siang itu sekitar pukul 10.00, korban mendapat telepon dari seorang yang tidak dikenal, yang mengaku sebagai pegawai PT Indosat. Dalam pembicaraan lewat telepon, pelaku mengatakan kalau korban telah memenangkan hadiah undian uang tunai sebesar Rp 8 juta serta voucer sebesar Rp 500 ribu.
Hadiah tersebut, dikatakan pelaku sudah ditransfer ke dalam rekening korban. Setelah diyakinkan dan korban merasa senang, pelaku lalu meminta korban untuk segera mengecek. Korban yang tidak curiga lalu pergi ke ATM Bank Mandiri di Jalan Ijen Kota Malang.
Sesampai di ATM, korban dipandu oleh korban untuk menekan beberapa tombol. Setelah diikuti dan dicek saldonya, bukannya uangnya bertambah. Sebaliknya uang sebesar Rp 52 juta dalam ATM justru terkuras habis. Karena tertipu itulah, korban lalu melaporkannya ke polisi.(agp/nug)