Bawa Kabur Pelajar SMK, Fajar Dibui

MALANG – Terungkapnya jaringan curanmor yang diungkap Satreskrim Polsekta Sukun, dari tertangkapnya Fajar Sepdiansyah, 21 tahun, di Jalan Kepuh VI, Kecamatan Sukun. Fajar diburu polisi, bukan karena kasus curanmor. Sebaliknya, ia dilaporkan karena telah membawa kabur Bunga (nama samaran), siswi salah satu SMK di Jalan Satsui Tubun, Malang.
Kejadiannya sekitar dua minggu lalu. Saat itu, korban yang sekolah dijemput oleh Fajar. Kemudian oleh Fajar, korban dibawa kabur ke Mojokerto. Di Mojokerto, korban dicarikan tempat kos. Sedangkan Fajar yang kesehariannya bekerja sebagai buruh harian lepas, tinggal di rumah saudaranya.
Lantaran korban tidak pulang beberapa hari inilah, orangtua korban yang cemas lalu melaporkan ke petugas Polsekta Sukun. Laporan awalnya adalah membawa kabur. Berangkat dari laporan itu, polisi lalu menggrebek rumah Fajar. Namun yang bersangkutan tidak ada. Petugas hanya mengamankan sepeda motor bodong.
Polisi lalu menyelidiki keberadaan Fajar, hingga akhirnya berhasil ditangkap di Mojokerto. Saat diamankan, tersangka sedang bersama korban. Dalam pengakuan selama dibawa kabur ke Mojokerto, korban mengaku telah disetubuhi paksa oleh Fajar sebanyak empat kali. Perbuatan bejat tersebut dilakukan di dalam tempat kos korban. Bunga diancam untuk tidak berteriak ataupun melawan saat disetubuhi.
“Laporan awal membawa kabur memang di Polsekta Sukun. Tetapi dalam pemeriksaan ada perbuatan asusilanya, yang bersangkutan langsung kami limpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang Kota. Karena kami sama sekali tidak berwenang menangani kasus asusila,” terang Kanitreskrim Polsekta Sukun, Iptu Wisnu Prasetyo.
Namun demikian, menurutnya Wisnu, selain dijerat undang-undang perlindungan anak, Fajar juga dijerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadah barang hasil kejahatan. Itu setelah polisi menemukan sepeda motor bodong hasil kejahatan di rumahnya. Dan berangkat tertangkapnya Fajar inilah, polisi berhasil mengungkap jaringan curanmor.(agp/nug)