Main Bola, Remaja Jalan Muharto Tenggelam

Pencarian di Sungai Brantas Dihentikan
MALANG – Warga Jalan Muharto V Kedungkandang, kemarin sore gempar. Mereka dikejutkan dengan tenggelamnya Fahri Maulana, di Sungai Brantas. Remaja berusia 15 tahun tersebut, jatuh terpeleset lalu hilang tenggelam. Hingga semalam, tubuhnya masih belum diketemukan.
“Anaknya (korban, red) tidak bisa berenang. Tadi sempat ada yang menolong, tetapi pegangannya lepas lalu tenggelam dan terseret arus sungai. Kebetulan saat kejadian, arus sungai sedang deras,” ungkap Kurdi, saksi sekaligus warga sekitar.
Peristiwa yang dialami anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Asnan dan Siti Rohmah ini, terjadi sekitar pukul 16.00 setelah hujan deras mengguyur Kota Malang. Sore itu korban dari rumahnya menuju ke Sungai Brantas, yang berjarak sekitar 100 meter. Ia berniat membuang sampah di sungai.
Usai membuang sampah, korban bergabung dengan teman-teman sebayanya bermain bola di lapang kosong yang ada di atas sungai. Saat asyik bermain, bolanya jatuh ke sungai. Korban lantas bergegas turun ke sungai untuk mengambil bolanya.
Bola tidak diambil dengan tangan, melainkan diraih dengan kaki kanannya. Saat meraih bola itulah, tiba-tiba korban terlepeset dan jatuh ke sungai. Sembari berteriak minta tolong, korban melambaikan kedua tangannya.
Melihat korban tenggelam dan tidak bisa berenang, Timbul serta Holili dua temannya yang mengetahui lalu berusaha menolong. Tubuh korban sempat berhasil dipegang oleh kedua temannya. Namun karena tertarik arus sungai, pegangannya lepas hingga korban hilang tenggelam.
Kejadian itu lalu diberitahukan kepada warga sekitar, termasuk orangtua korban. Asnan yang mendapat kabar anaknya tenggelam, lalu berlari menuju sungai. Ia berniat melompat ke sungai untuk menolong anaknya. Beruntung warga yang mengetahui segera mencegah dan menenangkannya. “Saat ini kedua orangtuanya masih shock. Mereka kaget begitu mendapat kabar anaknya tenggelam,” terang warga lainnya.
Agus Demit, anggota Tim SAR mengatakan bahwa pencarian terhadap tubuh korban akan dilakukan besok pagi. Itu mengingat kondisi cuaca yang gelap, apalagi arus sungai yang deras, tidak memungkinkan untuk melakukan proses pencarian.
“Pencarian akan kami lakukan besok pagi (hari ini, red). Malam ini (semalam, red) tidak mungkin kami melakukan pencarian. Namun seluruh anggota SAR sudah kami hubungi untuk melakukan pencarian besok. Ada beberapa titik pencarian yang kami fokuskan sampai di Kepanjen,” jelas Agus Demit.(agp/nug)