Polres Amankan Pelaku Bentrok

Kerusuhan Massa
KEPANJEN- Satreskrim Polres Malang, menangkap dua orang pemicu bentrokan di Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung yang terjadi pada 27 November 2014. Kedua pelakunya yakni Rusdi, 54 tahun dan Edi Supriyanto, 42 tahun yang ditangkap di tempat persembunyian di Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar kemarin pagi.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat mengatakan, keduanya merupakan asli Kabupaten Blitar. “Kedua pelaku ini merupakan pendatang di Kabupaten Lampung Tengah. Sedangkan pada kerusuhan di tempat tersebut, dipicu oleh isu penangkapan yang meluas ke syara antara pendatang dan warga asli,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, kejadian bentrokan itu tepatnya terjadi di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah Provinsi Lampung. Bentrok itu antara warga Dusun I Tanjung Harapan dan Dusun II Tanjung Harapan. Pemicunya adalah, isu penangkapan pelaku perampokan yang merembet ke isu SARA.
Akibat dari perstiwa itu, membuat 30 rumah milik warga terbakar. “Sedangkan penangkapan ini, atas kerjasama dari Polres Lampung Tengah dan Polres Blitar. Setelah mendapatkan informasi terkait keberadaan dua pelaku ini, maka kami lakukan penangkapan,” kata perwira pertama (pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.
Hasil pengembangan kasus ini kata dia, diketahui kedua tersangka merupakan pembunuh dua seorang remaja yang dinyatakan hilang. Dua remaja yang merupakan penduduk asli Kabupaten Lampung Tengah itu diduga tewas dihakimi massa.
“Tersangka mengaku membunuh kedua korban. Hingga saat ini, keberadaan jasad keduanya terus dicari oleh Mapolres Lampung Selatan,” kata mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini. Lanjut dia, kedua tersangka dalam waktu dekat akan segera dibawa ke Mapolres Lampung selatan, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Kami hanya sebatas mnyelidiki keberadaan tersangka dan kemudian mengamankannya. Karena kasus ini merupakan atensi dari Mabes Polri,” tegasnya.
Sementara itu, kedua tersangka nekat membunuh anak kampung yang tidak diketahui namanya itu, karena kesal atas perbuatannya yang setiap harinya hanya merampok. Selain itu, kedua korban juga dikatakan sering melakukan pencurian dan melakukan perampasan pada milik orang lain di Dusun II Tanjung Harapan.
“Warga sudah kesal, karena kedua pemuda asli penduduk tempat tersebut, selalu berbuat onar. Warga sudah kesal dan melakukan aksi ini,” kata Edi. Lanjut dia, setelah dikeroyok ramai-ramai, jasad kedua pemuda itu lalu dibuang di rawa.(big/ary)