Pencarian Terkendala hujan

MALANG – Pencarian bocah  Jalan Muharto V, Kedungkandang, Kota Malang, Fahri Maulana (15 tahun) yang tenggelam di sungai Brantas Kamis (4/12/14) sore lalu masih berlanjut. Sayangnya, pencarian tersebut terkendala hujan yang membuat debit air, serta arus sungai meningkat. Tim SAR memprediksi, dengan peningkatan debit air dan arus sungai, jasad Fahri sudah hanyut sampai 6 kilometer.
"Karena hujan, debit air meningkat, arus sungai juga. Ini jadi kendala tim SAR untuk melakukan susur sungai. Peningkatan tersebut berasal dari atas (Kota Batu, red), di bawah jadi kelabakan," ungkap Kasi Advokasi Tim SAR Trenggana, Nurhidayat, kepada Malang Post, kemarin (5/12/14).
Kemarin, penyisiran kembali dilakukan tim SAR, bersama personnel polisi dan TNI. Mereka melakukan penyisiran darat dan air, sejak pukul 07.00 WIB sampai 15.00 WIB. Penyisiran dihentikan karena hujan. Hari ini (6/12/14) penyisiran akan dilakukan kembali mulai pukul 07.00 WIB.
Nur, panggilan akrab Nurhidayat menyatakan, sementara ini sampai kemarin sore, penyisiran sudah dilakukan sekitar 3 kilometer, di Desa Sengguruh, Kepanjen.
Lebih lanjut, Nur memastikan kalau jasad korban akan segera ditemukan, minimal tiga sampai empat hari ke depan. Menurutnya, biasanya korban tenggelam akan muncul ke permukaan dengan sendirinya bila sudah tiga sampai empat hari. "Ada kemungkinan juga korban tersangkut di palung sungai. Karena itu, susur sungai tetap kami lakukan," tegas dia.
Untuk membantu pencarian, tim SAR juga melakukan koordinasi dengan Kamling Udara Brantas. Nur mengemukakan, banyak personel gabungan Tim SAR Malang Raya diterjunkan. Mereka bertugas mengawasi sungai di setiap pos yang sudah dibangun di sepanjang bantaran sungai brantas.
Sebagaimana diberitakan Malang Post kemarin, Fahri Maulana tenggelam sejak Kamis sore. Anak dari pasangan suami istri Asnan dan Siti Rohmah ini, terpeleset ketika sedang berusaha mengambil bola yang jatuh ke sungai menggunakan kaki.
Karena arus sungai saat itu deras akibat hujan, Fahri pun tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai. Malamnya, tim SAR bergegas mencari. "Tapi Kamis kemarin sudah malam, jadi kami agak kesulitan. Sekarang pencarian akan dimaksimalkan," pungkasnya.
Sampai kemarin, keluarga Fahri, beserta keluarga masih melakukan tahlil di rumah Fahri, Jl Muharto V RT 7 RW 8, Kedungkandang, Kota Malang. Keluarga dan tetangga berkumpul, berharap jasad Fahri segera ditemukan. (erz/nug)