Truk Tebu Masuk Jurang, Lalin Malang-Blitar Lumpuh

Kedua truk naas itu menunggu datangnya alat berat untuk evakuasi.

SUMBERPUCUNG- Truk gandeng nopol AG 8892 UA bermuatan tebu, terguling di Jalan Raya Desa Selorejo Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar yang berbatasan dengan Kabupaten Malang, Sabtu kemarin. Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan itu mengakibatkan jalan utama penghubung Malang-Blitar lumpuh beberapa jam.
Seluruh mobil dan truk yang lewat di jalan tersebut terpaksa berhenti, menunggu evakuasi bangkai truk naas itu.
 “Lantaran Tempat Kejadian Perkara (TKP) lebih dekat dijangkau dari wilayah hukum Polres Malang, maka kami bantu backup penanganannya,” ujar petugas Lantas Polres Malang Aiptu Hariyanto kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Truk naas itu disopiri Tuhu Suprayitno, 35 tahun dan Yanto, 28 tahun. Keduanya warga Kabupaten Kediri. Usai mengambil muatan tebu dari Kecamatan Wlingi Blitar, dibawa ke penggilingan di Kabupaten Pasuruan.
Sopir memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang. Sesampainya di lokasi yang jalanannya menikung, sopir dikagetkan dengan datangnya truk tangki dari arah berlawanan. Sontak Sopir Tuhu membanting stir ke arah kiri. Naasnya, truk tersebut terguling, lantaran jalan yang licin akibat diguyur hujan deras.
“Bak truk gandeng yang berada di belakang masuk ke dalam jurang. Isi muatan berupa tebu, tumpah ke dalam jurang,” terang Haryanto.
 Beruntung hanya bak bagian belakang yang masuk ke dalam jurang. Bak depan dan kepala truk menggantung di atas jalan. Kedua penumpang truk itu juga selamat. Petugas Satlantas Polres Malang yang mendapat laporan itu, bergegas menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan. Akibat dari kecelakaan itu, badan jalan sebelah kiri tidak bisa dilewati oleh kendaraan. Sehingga kendaraan harus lewat bergantian Karena medannya yang sulit, evakuasi truk naas itu menunggu datangnya alat berat.
Belum datang alat berat untuk evakuasi, juga ada kejadian lagi di tempat yang sama. Yakni truk tronton Volvo H 1872  GH terperosok di kanan jalan atau samping truk gandeng terrsebut sekitar pukul 11.00 WIB. Truk itu terperosok ke dalam bekas galian kabel optic. Secara otomatis, kedua jalur tersebut lumpuh total.
“Kemacetan terjadi sepanjang satu kilo meter lebih. Kami juga terpaksa mengalihkan kendaraan dari arah Malang menuju belok kanan ke Bendungan Lahor,” terangnya.
Kendaraan bermuatan berat tidak boleh lewat ke Bendungan Lahor. Dikhawatirkan memberi beban yang berat terhadp bendungan itu ketika dilewati .Terpaksa kendaraan berat menunggu selesainya evkuasi kedua truk naas itu. (big/aim)