Tubuh Remaja Muharto Ditemukan di Tajinan

MALANG – Setelah empat hari, upaya pencarian tubuh Fahri Maulana, akhirnya membuahkan hasil. Tubuh remaja warga Jalan Muharto V Malang ini, kemarin ditemukan di Sungai Brantas, Desa Tambakasri, Kecamatan Tajinan. Kondisinya sudah tidak bernyawa.
Sebelumnya, Kamis (4/12) sore, korban dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Brantas Jalan Muharto V Malang. Remaja berusia 14 tahun ini, jatuh ke sungai setelah terpeleset saat mengambil bola. Kendati sempat ditolong dua rekannya, namun karena derasnya air sungai apalagi korban juga tidak bisa berenang, akhirnya hanyut.
Menurut Agus Demit, salah satu anggota SAR mengatakan, tubuh korban ditemukan sekitar pukul 10.15. Jarak antara korban tenggelam hingga titik ditemukan sekitar 10 kilometer. Tubuhnya ditemukan oleh anggota SAR Gabungan, yang melakukan penyisiran sungai mulai dari bawah jembatan Pasar Induk Gadang.
Saat di lokasi penemuan, salah satu anggota SAR, curiga dengan benda yang menyumbul ke permukaan air menyerupai kepala manusia. “Ketika dicek ternyata benar, tubuh manusia,” ujar Agus Demit.
Penemuan itu, kemudian diinformasikan kepada anggota SAR lainnya, termasuk keluarga korban dan Polsekta Kedungkandang. Untuk mengevakuasi tubuh korban, petugas sempat kesulitan. Pasalnya, kaki dan tubuhnya tersangkut carang serta sampah di dasar sungai. Akhirnya untuk mengangkatnya, anggota SAR terpaksa melakukan penyelaman.
“Saat ditemukan kondisi tubuhnya sudah melepuh dan mengeluarkan bau anyir. Tubuh korban juga telanjang, hanya menyisakan celana dalamnya saja,” sambung Kasi Advokasi SAR Trenggana, Nurhidayat.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban lalu dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. Usai visum luar, jenazah kemudian dibawa pulang ke rumah duka. Saat tiba di rumah duka, jenazah disambut ratusan warga yang ingin melihat. Isak tangis keluarga dan solawat, terdengar saat jenazah dibawa ke Musala Raudhatul Hasanah, untuk disalati. Setelah itu, jenazahnya langsung dimakamkan di pemakaman umum Polehan.
Siti Rohmah serta Asnan, orangtua korban meski terlihat shock, namun mereka sudah lebih tegar dari sebelumnya. Kepergian anak ketiga dari empat bersaudara, sudah mereka ikhlaskan. Keduanya menganggap bahwa kejadian itu adalah musibah. “Keluarga dan tokoh masyarakat sudah membuat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi. Keluarga sudah menerima dan mengikhlaskan,” tutur Busana, Ketua RW08. (agp/nug)