Akar Dipotong, Pohon Roboh ke Kios

MALANG – Tak ada angin dan hujan, tiba-tiba pohon trembesi setinggi 30an meter dengan diameter 1 meter, roboh menimpa dua kios dan teras rumah di Jl. Ki Ageng Gribik, RT 1 RW 1, Lesanpuro, Kedungkandang, Kota Malang, kemarin (8/12/14). Usut demi usut, rupanya pohon tersebut roboh karena ada proyek gorong-gorong di sepanjang jalan tersebut.
Pohon yang tumbang ini berada di seberang kios dan rumah. Berdasarkan keterangan warga sekitar, pohon itu roboh sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelum tumbang, pekerja gorong-gorong memotong akar pohon trembesi ini untuk merapikan saluran yang tertutup oleh akar besarnya.
Hal ini dibenarkan oleh pemilik kios, Husein Fauzi. "Akar pohonnya memang menutupi saluran, jadi tidak rata. Para pekerja memotong karena ingin dirapikan," ujarnya kepada Malang Post saat ditemui di lokasi, kemarin.
Pria berusia 43 tahun ini selamat, karena saat pohon tumbang kebetulan dia sedang berada di kamar kecil. Padahal, sebelum ke kamar kecil dia sedang menjaga kios arlojinya. Tiba-tiba, selesai ke kamar kecil pohon langsung tumbang menimpa teras rumahnya, kios arloji dan kios laundry di sebelahnya.
Tidak ada kerusakan fatal yang dialaminya dan kios tetangganya. Semua arlojinya kebetulan selamat. Sementara mesin cuci di kios sebelah, memang sedang diservis, jadi tidak berada di sana. Korban jiwa juga tidak ada, meski begitu peristiwa tersebut sempat sempat membuat jalan macet panjang karena pohon tumbang menutup total akses ke selatan.
Kasi Drainase Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan (DPU PPB) Kota Malang, Soedarsono, membenarkan proyek gorong-gorong di sana merupakan milik Pemkot Malang. "Tapi, untuk pengerjaan proyek di lapangan menjadi wewenang rekanan. Nanti kami akan koordinasi lagi," ujarnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya.
Darsono,  panggilan akrabnya, mengaku tidak mengerti secara detil teknis pengerjaan gorong-gorong saat di lapangan. Selain itu, dia juga mengatakan tidak tahu menahu jika pengerjaan gorong-gorong harus sampai memotong akar pohon yang ada di lokasi.
“Memang tidak tahu, namun sebelum pembangunan dilaksanakan, DPU PPB telah berkoordinasi dengan DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan)," ungkapnya. Dengan koordinasi tersebut, lanjut Darsono, bila ada pohon yang mengganggu proyek, bisa diselesaikan bersama.
Sementara ketua RT 1 RW 1 Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Arif Wahyu mengkhawatirkan kejadian ini akan terulang. Pasalnya, akar-akar pohon di sepanjang pembangunan gorong-gorong yang mengganggu saluran dipotong semua. "Warga sudah sering bertanya kepada pekerja gorong-gorong, apa tidak apa-apa bila akarnya dipotong. Kata pekerja tidak apa-apa. Warga juga pernah menyarankan agar pohon ditebang, tapi pekerja bilangnya tidak berani menebang karena pohon tersebut milik provinsi," paparnya.
Dia berharap agar Pemkot Malang segera mengambil tindakan setelah adanya pohon tumbang ini. Sebab, warga tambah khawatir,  lokasi tersebut masih banyak pohon trembesi berukuran besar yang akarnya dipotong. “Sewaktu-waktu, pohonnya bisa roboh seperti sekarang ini,” pungkasnya. (erz/han)