Akumulasi Denda Bisa Capai Rp 150 Juta

MALANG – Dalam dua minggu, Operasi Zebra di Kota Malang yang berlangsung sejak Rabu (26/12/14) sampai kemarin (9/12/14), berhasil menyumbang kas negara sedikitnya Rp 59.420.000. Sebab, Polres Malang Kota berhasil menjaring sebanyak 2.568 kendaraan saat operasi yang serentak dilakukan di Indonesia ini.
Rinciannya, Polres Malang Kota telah menjaring sebanyak 2.201 roda dua, 361 roda empat, 15 truk dan 9 bus. Sementara dari data yang dihimpun Malang Post, perkiraan jumlah denda terendah adalah Rp 20.000 untuk roda dua dan Rp 40.000 roda empat, bus dan truk.
Artinya, bila denda tilang dari seluruh kendaraan roda dua kena tilang dijumlahkan, didapatkan besaran denda tilang untuk roda dua sebesar Rp 44.020.000. Sementara roda empat, bus dan truk, besaran denda yang didapat sedikitnya Rp 15.400.000. Artinya, dalam dua minggu Kota Malang berhasil menyumbang kas negara sedikitnya Rp 59.420.000.
Angka tersebut didapat bila dihitung dengan jumlah denda terendah yang ditetapkan oleh undang-undang. Sementara bila berdasarkan pengakuan dari masyarakat, untuk roda dua biasanya denda mencapai Rp 50.000. Sementara untuk roda empat Rp 100.000. Bila diakumulasi, Kota Malang mampu menyumbang 148.550.000 hanya dalam dua minggu.
Denda tersebut akan dibayarkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang dan masuk langsung ke kas negara dengan kategori Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni  menyatakan kalau besaran denda tilang akan diserahkan ke pengadilan negeri Malang. "Mereka disidang setiap hari Jumat, di Pengadilan Negeri Malang yang ada di Jl Dr Cipto," ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Ditambahkan, melalui proses sidang tersebutlah masing-masing orang akan menerima denda tilang sesuai dengan bentuk pelanggarannya. "Semakin berat pelanggaran, semakin tinggi pelanggaran dendanya semakin tinggi," jelas wanita asal Tulungagung itu.
Terpisah, Kasatlantas Polres Malang Kota, AKP Bambang C Utomo menyatakan, dari jumlah yang terkena tilang, baru 300 orang yang sudah disidang. "Pelanggaran paling banyak di antaranya, tidak punya SIM, tidak punya STNK dan tidak pakai helm, juga satu motor tiga orang," jelasnya singkat. Menurut Bambang, dalam waktu dekat ini akan dilakukan operasi lilin sebagai operasi akhir tahun. (erz/ary)