Polres Tanjung Perak Amankan 75,1 Liter Arak Oplosan

Tumbangnya puluhan korban miras oplosan Kabupaten Garut, Jabar,  memicu Polrestabes Surabaya menggencarkan operasi miras oplosan. Hasilnya, dari kawasan Tanjung Perak berhasil disita berbagai macam miras oplosan berikut menangkap pelakunya.
‘’Dalam operasi miras kami berhasil mengamankan 75,1 liter oplosan. Termasuk penjualnya berhasil kami amankan,’’ kata AKP Lily Djafar, Kasubag Humas Polres Tanjung Perak Surabaya di kantornya, kemarin.
Secara rinci, oplosan yang diamankan meliputi 1 jirigen arak oplosan isi 20 liter, 7 jirigen arak oplosan total 35 liter, 5 botol besar arak oplosan total 7,5 liter dan 21 botol kecil arak oplosan total 12,6 liter. ‘’Oplosan itu diperjualbelikan tersangka di rumahnya di Jl Petemon Gg IV,’’ katanya.
Menurut Lily, arak oplosan itu adalah arak oplosan dicampur dengan rempah Brotowali dan jamu akar-akaran. Model oplosan ini dari keterangan tersangka diperkirakan bisa menambah stamina bagi peminumnya. ‘’Kini semua barang bukti sudah kita amankan di Mapolres,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Gunaris (35 tahun) yang sehari-hari juga melayani penjualan jamu seduh ini menyebut, arak oplosan memang sengaja dicampur ke dalam seduhan jamu. Alasannya, peminumnya bisa merasa lebih sehat, segar dan meningkat staminanya. ‘’Saya campurkan sedikit arak oplosan itu ke dalam seduhan jamu, untuk meningkatkan stamina peminumnya," terang Gunaris.
Ditambahkan, selama menjalankan bisnisnya ini dia menjual miras oplosan dalam kemasan botolan. Untuk botol ukuran 1,5 liter harganya dibanderol Rp 40 ribu/botol. Kemudian untuk ukuran isi botol 100 ml dijual Rp 18 ribu/botol. ‘’Kalau mau minum satu gelas juga bisa, bayarnya Rp 8 ribu per gelas,’’ paparnya.
Akibat perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 28 ayat 1 Perda No 1 Tahun 2010 tentang memiliki izin melakukan kegiatan peredaran dan atau menjual minuman beralkohol golongan B. (has/udi)