Bersihkan Tangki SPBU, Tiga Orang Pingsan

Kecelakaan Kerja
BULULAWANG- Kecelakaan kerja terjadi di SPBU AN-Nur Bululawang kemarin siang. Seorang pekerja bernama Supriyadi, 27 tahun, warga Lowokwaru Kota Malang yang membersihkan tangki bawah tanah SPBU itu, pingsan saat menjalankan tugasnya. Sedangkan kedua orang lain yang bermaksud menolongnya, juga pingsan.
Keduanya adalah Sugeng, 31 tahun, warga Sawojajar Kota Malang dan Pengawas SPBU AN-Nur Bululawang Yudi 33 tahun, warga Desa Krebetsenggrong Kecamatan Bululawang. “Ketiga korban dapat diselamatkan. Saat ini mereka dirawat di RSSA Kota Malang,” ujar Kapolsek Bululawang Kompol A Nasution kepada Malang Post kemarin.
Dia menjelaskan, mulanya pengelola SPBU bakal melakukan tera ulang bagi tiga tangki di dalam tanah tersebut. Untuk itu, pengelola SPBU memanggil jasa pembersih, CV Sari Bumi. Dua orang ditunjuk sebagai pekerjanya yakni Supriyadi dan Sugeng. Seperti biasa, keduanya menjalankan tugas sesuai dengan prosedur dan aturan.
Mereka juga menggunakan masker dan oksigen ketika masuk ke dalam tangki tersebut. Supriyadi, masuk terlebih dahulu ke dalam tangki. Menggunakan alat pengaman berupa helm, tali dan oksigen, dia turun ke bawah. Sesampainya di dalam tangki tersebut, tiba-tiba korban pingsan. Diduga, ia kehabisan oksigen atau keracunan gas.
Mengetahui rekannya tergeletak pingsan, Sugeng berinisiatif melakukan pertolongan dengan masuk ke dalam tangki. “Saat masuk ke dalam, dia dibantu oleh satpam yang berada di SPBU teresebut. Sesampainya di dalam, yang bersangkutan juga ikut pingsan,” kata Perwira Menengah (Pamen) dengan satu melati di pundaknya.
Lanjut dia, mengetahui kedua pekerja pingsan, satpam tersebut melaporkan kepada atasannya, Pengawas SPBU AN-Nur Bululawang Yudi. Pengawas SPBU dengan menggunakan masker ikut masuk ke dalam tangki berukuran 20 ribu liter tersebut. Berniat untuk melakukan pertolongan, yang bersangkutan juga pingsan setelah berada di dalam.

Mengetahui bosnya pingsan di tangki yang mempunyai kedalaman tiga meter tersebut, membuat satpam panik dan berteriak minta tolong. Teriakan itu, mengundang heboh warga maupun pengendara di sekitar lokasi kejadian.
Masyarakat dibantu dengan kepolisian, mengeluarkan ketiga korban dari dalam tangki. Sebagian penolong lain membuka dua lubang tangki supaya aliaran udara bisa masuk. Sedangkan penolong lainnya mengeluarkan tiga korban menggunakan tali. Tubuh ketiga korban itu diikatkan dengan tali dan dikerek ke atas.
Ketiganya langsung dibawa ke RS Delima untuk dilakukan pertolongan. Untuk penganganan medis lebih lanjut, mereka dirujuk ke RSSA Kota Malang. Sementara itu, Kapolsek Bululawang akan menyelidiki lebih lanjut terkait penyebab kejadian tersebut. “Usai kejadian, petugas kami langsung mengamankan TKP dengan memberi garis polisi. Sedangkan penyelidikan kami lakukan, untuk mengetahui penyebab perisitiwa itu. Apakah ada unsur kelalaian atau tidak dalam pelaksanannya,” pungkasnya. (big/han)