Petani di Buring Ketangkap Jadi Pengecer Togel

MALANG – Petani asal Jl KH Malik Dalam, Buring, Kedungkandang, Kota Malang, Imam Khoirudin, coba main-main dengan judi togel. Sambil menjalani profesinya sebagai petani, pria berusia 36 tahun ini iseng-iseng jadi pengecer togel. Kini, dia harus merasakan akibatnya sendiri karena harus mendekam di Polres Malang Kota.
"Penangkapan dilakukan 30 November 2014 silam. Tersangka langsung ditangkap di rumahnya, Jl. KH Malik Dalam, Buring, Kedungkandang," ujar Kasubbag Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni seraya menunjukkan tersangka dan barang buktinya di Mapolres Malang Kota, kemarin (12/12/14).
Ditambahkan, saat dihampiri tersangka kedapatan sedang merekap pemesanan angka togel. Tersangka Imam akhirnya tidak berkutik saat polisi harus menggeledah rumahnya. Saat itu, polisi didapati barang bukti berupa rekapan togel, kalkulator dan uang senilai Rp 285.000.
Berdasarkan pengakuan Imam ke polisi, tersangka baru satu bulan menjalankan kegiatan sebagai pengecer togel. Bahkan, dikatakan Nunung, pelanggan tersangka hanya orang-orang terdekatnya saja. Akan tetapi, dari orang-orang terdekat itu Imam bisa mengumpulkan sampai Rp 500 ribu.
Setiap taruhan yang diraup, Imam mendapatkan komisi sebesar 20 persen. Hasil raupannya dia berikan ke pengepul berinisial WW. Saat ini, WW masih masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Pelanggan tersangka memesan melalui SMS dan kemudian baru membayar. Saat menggeledah rumahnya, tersangka sudah berhasil mengumpulkan Rp 450 ribu. Tapi baru Rp 285 ribu yang membayar. Sisanya, dibayar saat tersangka bertemu dengan pelanggannya," ungkap Nunung.
Wanita asal Tulung Agung ini mengatakan,  mulanya tersangka hanya iseng-iseng menggeluti bidang haram tersebut. Karena ketagihan, tersangka meneruskannya. "Tidak tahu berapa pelanggannya. Tapi tersangka bisa mengumpulkan sampai Rp 500 ribu," jelas Nunung.
Akibat perbuatannya, kini tersangka dijerat pasal 303 dengan hukuman pidana tujuh tahun penjara. Sementara polisi terus melakukan pengembangan kasus untuk memburu WW.  (erz)