Tertipu Beli Tiket Palsu

MALANG – Apa yang dialami Jansen, 27 tahun, salah satu mahasiswa PTS di Malang ini, menjadi suatu pembelajaran supaya masyarakat tidak lekas percaya dengan penawran E-Tiket promo yang mengatasnamakan Asia Travel. Karena jika tidak, bisa menjadi korban penipuan seperti yang dialami warga Jalan Rungkut, Pangkal Pinang ini.
Karena percaya dan tidak curiga dengan penawaran E-Tiket Promo tersebut, dia harus mengalami kerugian sebesar Rp 680 ribu. Kendati kerugian yang dialaminya tidak begitu besar, namun sebagai pencegahan dan supaya kejadian ini tidak terulang, penipuan tersebut dilaporkan ke Polres Malang Kota.
Menurut keterangan Jansen kepada petugas saat laporan, peristiwa yang dialaminya terjadi Selasa 9 Desember lalu sekitar pukul 16.15. Saat itu korban berniat membeli tiket pesawat Sri Wijaya Air dengan tujuan Surabaya – Pangkal Pinang. Korban membeli satu tiket untuk dirinya pulang ke kampung halamannya.
Belum sempat memesan tiket, dia mendapat pesan melalui Blackberry Messenger (BBM), yang sisinya menawarkan E-Tiket Promo dengan mengatasnamakan Asia Travel dengan mengaju bernama Agung Setiawan. Karena penawaran harga tiketnya lebih murah, korban lalu mencoba menghubunginya.
Transaksi pun dilakukan, hingga terjadi tawar menawar harga. Setelah terjadi kesepakatan harga, korban kemudian diminta mentransfer uang ke rekening yang disebutkan pelaku. Tanpa curiga korban pun lalu mentransfer uang sebesar harga tiket yang disepakati, melalui ATM BRI di Jalan Surabaya Malang.
Setelah uang ditransfer, korban kemudian diberi kode reservase penumpang. Kemudian korban diarahkan untuk aktifasi tiket melalui ATM. Namun ternyata setelah dicoba dua, tidak bisa. Karena merasa telah tertipu itulah akhirnya melaporkannya ke polisi.
Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni membenarkan adanya penipuan yang dialami oleh korban. Ia mengatakan bahwa laporan korban sudah ditangani oleh Unit Reskrim Polres Malang Kota, dan saat ini masih dalam tahap proses penyelidikan.
“Untuk laporannya masih dalam penyelidikan. Dengan kejadian penipuan ini, kami kembali mengingatkan dan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan penawaran melalui online. Karena sebagian besar dari penawaran online tersebut, adalah modus penipuan,” jelas Nunung Anggraeni.(agp/nug)