Pohon Tumbang, Tiga Mobil Ringsek

MALANG –  Angin kencang yang berhembus siang kemarin menyebabkan pohon beringin di area parkir Wisata Wendit, tumbang dan  menimpa tiga mobil sekaligus. Masing-masing Suzuki Katana N 1803 GE, Suzuki Ertiga 503 BS dan Toyota Corona N 1783 BN. Akibatnya, ketiga mobil inipun ringsek.  
Kerusakan paling parah terlihat pada mobil Suzuki Katana. Tidak hanya kap bagian atasnya yang ringsek, kaca bagian depan serta kap penutu mesin mobil milik Sudiono, 54 tahun, warga Jalan Randuagung Singosari ini ini juga hancur. Kepada Malang Post, Sudiono  mengatakan ia menuai kerugian Rp 10 juta akibat peristiwa ini. “Setelah ini saya langsung ke bengkel. Doakan mesinnya tidak apa-apa, sehingga masih bisa jalan ke bengkel,’’ kata Sudiono yang kemarin tampak tenang, sekalipun kondisi mobilnya hancur.
Sementara Suzuki Ertiga yang diketahui milik Suhadi, warga Sawojajar,  juga mengalami hal sama. Kap atas bagian depannya ringsek. Kaca bagian depan mobil yang baru satu bulan ini juga hancur. “Tadi yang menggunakan istrinya, bekerja di sini (Wisata wendit). Tapi tadi langsung buru-buru pulang,’’ kata Andri salah satu pekerja Wisata Wendit yang mengatakan jika mobil Suzuki Ertiga ini masih anyar. Itu terlihat di nopol mobil yakni 11.19. Ditanya identitas pengemudi mobil, Andri tidak tahu. Tidak hanya Andri, pegawai di tempat wisata ini juga enggan menyebut nama pengemudi mobil warna putih tersebut. “Maaf mbak, tadi ibu berpesan agar tidak diekspos di koran,’’ katanya.
Termasuk data di kepolisian pun menyebutkan, jika pemilik mobil adalah Suhadi. “Yang mengendarai Bu Hadi, pak Hadi-nya di rumah, kondisinya sakit,’’ kata petugas Polsek Pakis yang kemarin datang ke TKP.
 Sedangkan Toyota Corona, N 1783 BN tidak terlalu parah. Mobil milik Isa, warga Pakis ini pecah kaca belakangnya. Sehingga begitu dahan yang menimpa bagian belakang mobil dipindahkan, Isa pun buru-buru pergi dari TKP. “Begitu mobil terlepas dari dahan, pemiliknya langsung membawa pergi,’’ tambah petugas.
Sementara Sudiono menceritakan saat pohon tumbang dia berada di dalam area wisata Wendit.  Saat itu dia berniat pulang. “Waktu itu saya mau pulang, tapi baru sampai Kantin Cemara, saya melihat pohon beringin tumbang,’’ katanya, sembari mengatakan tumbangnya pohon ini secara perlahan. Saat itu dia pun menduga jika pohon tersebut menimpa mobilnya.  “Saya langsung lari keluar untuk memastikan. Ternyata benar, mobil saya sudah ringsek di bawah pohon,’’ katanya yang mengaku peristiwa kemarin adalah musibah.
“Apes, karena biasanya saya parkir di area barat, lha kok ini tadi kepingin parkir di timur,’’ katanya sembari berharap pemerintah bertanggung jawab atas peristiwa ini. Lebih-lebih menurut Budiono, pohon ini kondisinya sudah tidak kuat. Bahkan akarnya juga sudah keropos.
“Dulu padahal sudah diusulkan untuk ditebang ke Perhutani, tapi ndak tahu kok tidak ditangani. Sekarang justru tumbang dan menimpa kendaraan,’’ sesalnya.
Menurut Sudiono, sekalipun berada di area wisata Wendit, sebagian besar pohon yang tumbuh adalah milik atau aset Perhutani. Sehingga untuk penebangajn wajib izin kepada Perhutani.  Sementara manajemen Wisata Wendit sendiri kemarin langsung bergerak cepat. Menggunakan peralatan seadanya, para pegawai ini langsung memotong dahan, terutama yang menimpa kap mobil. Itu dilakukan agar mobil cepat dievakuasi. Tapi para pegawai ini juga tampak sangat hati-hati, karena mereka tidak ingin, memotong dahan tersebut justru menimbulkan kerusakan yang lebih parah.
“Dahan-dahan langsung kami bersihkan, agar mobil bisa langsung keluar,’’ kata Bendahara Wendit Agus.
Disinggung soal tanggung jawab kepada pemilik mobil yang tertimpa pohon, Agus enggan berkata. Dia hanya mengatakan jika peristiwa ini langsung dilaporkan ke Manager Wisata Wendit Gunawan, selanjutnya dilaporkan ke pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kabupaten Malang.
“Saya tidak berani ngomong, takut salah. Yang pasti tadi sudah melapor ke manager yang kemudian akan dilanjutkan melapor ke Dinas,’’ katanya.  
Sementara itu, Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Jatiarjo, Kuseri mengatakan yang sama. Pihaknya langsung melakukan penanganan pohon dengan memotong dahan pohon kecil-kecil. “Kami mengamankan dulu kayunya. Tadi juga saya sudah melapor ke Asper kemudian dilanjutkan kepada KPH Malang,’’ tandasnya.(vik/han)