Anggota Dewan Selingkuh, Tiduri Mantan Majikan

MALANG - Anggota DPRD Kabupaten Malang, Lukito Purwandono, diadukan oleh seorang pria bernama H Sukma Raharja ke Badan Kehormatan atas dugaan perselingkuhan. Anggota DPRD dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu diduga melakukan tindak asusila perselingkuhan dengan IP, istri Sukma.
"Kami mohon dibantu. Ini sebuah tindak asusila yang mencoreng kehormatan anggota dewan," kata Sukma di Kantor DPRD, Jl Panji 119 Kepanjen, Malang, Senin (15/12).
Sukma menyerahkan bukti pengakuan istrinya berupa kronologi perselingkuhan yang sudah diaktekan ke notaris. IP awalnya memberikan pengakuan kepada guru ngajinya yang kemudian disampaikan kepadanya. Sebagai suami, Sukma menanyai istrinya yang kemudian memberikan pengakuan tersebut yang ditulis dan diaktenotariskan.
"Kenapa istri saya mau mengakui? Karena istri saya merasa berdosa dengan perbuatannya. Dia ingin menyelesaikan ini semua," katanya.
Bukti juga dilengkapi tanda tangan tokoh masyarakat dan warga untuk menuntaskan kasus tersebut.
Sekadar diketahui, Lukito adalah mantan karyawan di koperasi milik Sukma sebelum mencalonkan diri sebagai anggota dewan. Perselingkuhan pun terjadi saat awal adanya pencalegkan."Kehormatan saya terinjak-injak," katanya.
Sukma datang ke Gedung DPRD bersama puluhan perwakilan tokoh dan warga desa Arjowilangun, Kalipare tempat tinggalnya. Mereka diterima oleh tiga anggota dari Badan Kehormatan, Didik Gatot Soebroto, Muhammad Thoyib, Muhammad Rochim dan Cholis Bidayati.
Sementara itu, H Sukma Raharja mengungkapkan, awalnya ia merasa terkejut luar biasa saat mendengarkan penjelasan dari guru ngaji istrinya. Perempuan yang sehari-hari mendampingi urusan religius keluarganya itu bercerita kalau sang istri, IP telah berselingkuh dengan mantan anak buahnya, yang kini menjadi anggota DPRD Kabupaten Malang, Lukito Purwandono.
IP sengaja meminta guru ngajinya sebagai jembatan dengan suami sahnya itu, agar bisa berbicara tentang aibnya. Dia merasa ketakutan dan berdosa dengan kejadian yang pernah dilakukannya itu.
"Istri saya ketakutan, merasa bersalah dengan perbuatan yang pernah dilakukannya," kata Sukma.
Setelah mendapatkan menjelaskan yang cukup, Sukma menanyakan pengakuan istrinya itu lebih mendalam. Dia menulis kejadian demi kejadian hingga asmara terlarang itu terjadi. Kini pengakuan itu menjadi bukti kuat yang sudah diserahkan kepada Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Malang.
Sukma juga sudah menyerahkan bukti itu ke Polisi bersamaan laporannya. Dia juga berencana menyerahkan bukti kronologi yang sudah diaktenotariskan ke Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dari tingkat Kabupaten, Propinsi hingga Pusat (DPP) di Jakarta.
"Menurut pengakuan istri saya, perselingkuhan itu terjadi mulai pencalegan. Kalau berapa kali selingkuh saya tidak tahu," katanya.
Lukito, kata Sukma, adalah karyawannya sendiri di koperasi Mitra Raharja miliknya. Bahkan saat maju sebagai anggota DPRD, dirinyalah yang paling berjasa mendudukkannya sebagai anggota Dewan.
"Dia itu paribasane kere munggah bale. Kalau saya boleh bicara, selain takdir Allah, sayalah yang menjadikan dia seperti sekarang ini," katanya.
Sukma dan keluarganya sudah terlanjur malu dengan aib dan persoalan ini, karena itu mereka akan berjuang menuntaskannya. Harga dirinya sudah terinjak-injak, karenanya ia berencana membawa kasus ini sampai tuntas sesuai dengan proses yang harus ditempuh.

"Saya ikuti tahapannya. Sopo sing salah kudu seleh," katanya.
Sementara soal tuduhan motif politik, Sukma membantah. Dirinya bukan orang politik, tidak kenal dengan para politisi."Ini menegakkan kebenaran. Siapa yang bersalah harus dihukum sesuai perbuatannya," katanya.
Sementara Lukito saat dihubungi menyatakan kesiapannya untuk menghadapi pengaduan tersebut. Dia merasa tidak melakukan perbuatan itu, namun siapapun, katanya, bisa mengadukan persoalan ke Kantor Dewan. "Saya siap menghadapinya, tidak gentar. Siapapun bisa mengadukan persoalannya ke rumah rakyat. Saya tidak merasa melakukan," katanya.(mdk/han)