Buru Jaringan Pencuri Rumah Kosong Hingga Sidoarjo

Tersangka Dodik Siswanto dengan barang bukti diamankan petugas

PAKIS – Tim Polsek Pakis tidak ingin puas hanya menangkap satu orang pelaku pencurian rumah kosong, Dodik Siswanto, 37 tahun, warga Jalan Hangtua RT16 RW06 Kelurahan Sidoklumpuk, Kecamatan Kota, Kabupaten Sidoarjo yang tertangkap tangan menjarah rumah kosong di Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Sabtu (13/12). Jaringan pencuri rumah kosong itu terus diburu.
Dalam pemeriksaannya, pria yang ditangkap anggota Polsek Pakis saat melakukan beraksi di rumah Jayadi, 41 tahun warga Desa Tirtomoyo, Pakis itu, mengaku sudah kali keempat menguras rumah kosong di wilayah Kabupaten Malang, antara lain di rumah Suprapti, 57 tahun, warga Jalan Ledok Dowo, Pakisjajar, di rumah Mujiani, 47 tahun, warga Desa Asrikaton, dan di bingkil motor, milik Rustam, warga Pakisjajar.
“Kemarin aksi kali keempat tapi gagal. Tiga teman saya kabur, yakni Suwoto, Sugeng dan Wahyudi,’’ kata Dodik dihadapan penyidik.
Pria yang sempat dihajar warga, lantaran aksinya kepergok ini mengatakan, aksi pencurian kali pertama dilakukan Oktober lalu. Berawal dari pertemuannya dengan Sugeng dan Wahyudi, yang merupakan tetangganya di Sidoarjo. Dalam pertemuan tersebut, Dodik tertarik ajakan Sugeng untuk bekerja.
“Kebetulan saya waktu itu sedang terpuruk masalah modal, sangat butuh uang untuk membangun kembali usahanya yang jatuh,’’ katanya, sembari mengatakan, sebelumnya dia merupakan supplier ikan ke restoran-restoran.
Bapak dua anak ini sama sekali tidak tahu jika dirinya diajak mencuri, karena baik Sugeng maupun Wahyudi sama-sama hanya mengajaknya bekerja.
“Tahunya setelah di TKP, waktu itu diminta untuk menjaga di depan rumah, dua teman saya masuk,’’ ungkapnya.
Setelah melihat dua temannya yakni Wahyudi dan Suwoto alias Bemo keluar membawa barang-barang. Saat itu pria inisempat bertanya, tapi teman-temannya menyuruhnya diam. “Saya takut juga, sehingga saya diam, dan menurut saja apa kata mereka,’’ terangnya.
Dari pencurian pertama dia mendapatkan bagian Rp 300 ribu. Uang tersebut cukup menarik bagi dirinya, sehingga saat diajak kembali oleh Sugeng, dia pun langsung mau. “Aksi kedua di Desa Asrikaton, saya tidak tahu itu rumah siapa, tapi yang jelas dari pencurian di rumah itu saya mendapatkan bagian Rp 2.8 juta,’’ tambahanya.
 Sementara aksi ke tiga dikatakan Dodik dilakukan di bingkil motor. Tapi saat itu gagal, sehingga dia tidak mendapatkan hasil.  “Intinya saya mencuri untuk mendapat modal, saya juga berniat berhenti jika modal yang saya kumpulkan cukup,’’ urainya.
Sementara itu, Kapolsek Pakis AKP Herry Purwanto, tidak percaya jika Dodik dan tiga temannya hanya melakukan empat kali pencurian. Ketidak percayaan itu terlihat dari barang bukti yang diamankan. “Setelah menangkap, kami langsung melakukan pengembangan, dengan mendatangi rumah masing-masing pelaku, tidak terkecuali rumah tersangka Dodik. Bisa dilihat, barang yang kami amankan dari rumah mereka,’’ kata Heri sembari menyebut pihaknya mengamankan barang buktu enam power bak, lima DVD, 8 HP, 18 tas, satu helm, lima pasang plat nomor, pakaian, jaket, kunci T, puluhan anak kunci dan sepeda. (vik/aim)