Enam Penjudi Diberangus

Keenam tersangka pelaku judi beserta dengan barang bukti saat dirilis oleh Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.

MALANG – Menjelang akhir tahun, segala bentuk perjudian di Kota Malang mulai diberangus. Selama sepekan terakhir, Satreskrim Polres Malang Kota panen tangkapan pelaku judi. Mulai dari judi kupon putih (togel), judi bola hingga judi capsah.
Dari enam kasus perjudian yang diungkap, polisi mengamankan enam orang tersangka beserta dengan barang buktinya masing-masing. Pertama yang ditangkap adalah Saijan (SJ), 61 tahun, warga Jalan Ngaglik IV B Sukun. Pria yang kesehariannya sebagai tukang becak ini, ditangkap di depan Toko Famili Kasin karena kasus judi togel.
Barang buktinya satu buku rekapan angka judi togel, satu buah HP merek Asiaphone serta uang tunai Rp 106 ribu. “Tersangka ini mengaku baru dua bulan menjadi pengecer. Omset yang didapat setiap kali bukaan sebesar Rp 250 ribu dengan komisi 15 persen,” ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Kemudian Ahmad Jainul Arifin (AJA), 40 tahun, warga Jalan KH Zaenul Arifin IV Klojen. Ia ditangkap di depan RS Panti Waluyo Sawahan, karena menjadi bandar judi bola dengan omsert Rp 10 juta setiap kali buka. Barang buktinya satu buah HP Blackberry, empat ATM BCA dan Bank Danamon serta uang Rp 1,1 juta.
“Tersangka AJA ini sudah tiga kali keluar masuk penjara. Sebelumnya pada 2010 dan 2011 juga pernah dihukum dengan kasus yang sama,” kata Nunung.
Lalu tersangka Heri P (HP), 35 tahun, warga Jalan Setya Budi Bawah Klojen. Ia ditangkap di tempat bliyard Jalan Trunojoyo Malang, karena kasus judi capsah. Barang buktinya satu set kartu remi serta uang Rp 517 ribu.
Selanjutnya E Rohma N (ERN), 49 tahun, warga Jalan LA Sucipto VII A Malang. Ia ditangkap di rumah satunya di Jalan Gadang XII B Malang, karena judi togel. Barang buktinya satu buku rekening BCA, satu buah HP serta selembar kertas rekapan judi togel.
Tersangka selanjutnya adalah Warasuluh (WRS), 55 tahun, warga Jalan Danau Sentani Utara Kedungkandang. Ia ditangkap di Jalan Ranugrati Malang, karena kasus judi bola. Barang bukti yang diamankan adalah satu HP merek Samsung serta uang Rp 5 juta. “Tersangka WRS ini mengaku baru sebulan menjadi pengecer judi bola. Omset yang didapatkan setiap kali bukaan adalah Rp 6 juta,” tuturnya.
Dan terakhir adalah Mahmudin (MMD), 49 tahun, warga Jalan Muharto VII Kedungkandang. Ia ditangkap di rumahnya karena kasus judi bola. Barang buktinya satu buah HP merek Hwa Hwey serta uang tomboka sebesar Rp 857 ribu.
“Semua tersangka ini kami tangkap berdasarkan informasi masyarakat yang kemudian dilanjutkan dengan penyelidikan. Mereka semua dijerat dengan pasal 303 KUHP dengan hukuman 4 tahun kurungan penjara,” jelas Nunung.(agp)