Obrak Judi Dadu

Buang Santoso dengan barang bukti peralatan judi dadu serta uang di Mapolsek Pakis.

PAKIS – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Buang Santoso, mencari peruntungan lain dengan dengan membuka judi dadu. Bukannya untung, warga Dusun Krajan, Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis  ini jutru buntung.
Arena judi dadu yang digelar tidak jauh dari rumahnya itu digerebek polisi. Sejak dinihari kemarin, pria 45 tahun ini pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan mendekam di sel tahanan Polsek Pakis.
“Tersangka kami tangkap karena kasus perjudian, dia kami kenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,’’ kata Kapolsek Pakis AKP Herry Purwanto kepada Malang Post, kemarin.
Pria ini menguraikan, tertangkapnya Buang ini berawal saat anggota Polsek Pakis melakukan patroli. Selain melintas di jalan, petugas juga melihat teliti di sekeliling jalan yang dilewati. Upaya tersebut dilakukan, untuk bisa mendeteksi awal jika menemukan sesuatu yang mencurigakan.
Sembari berbicara santai, dengan laju mobil patroli yang tidak begitu kencang, petugas terus melakukan pengawasan. Hingga kemudian, petugas melihat sesuatu mencurigakan. “Saat itu kami melihat kerumunan warga. Beberapa petugas pun turun dari mobil untuk memastikan sesuatu di kerumunan itu,’’ kata Kapolsek.
Tidak disangka, saat petugas mendekat satu persatu orang yang berkerumun ini pergi. Hingga tersisa hanya Buang. Pria yang memiliki pekerjaan serabutan ini tidak sempat kabur, lantaran tidak tahu kedatangan petugas. Dengan perasaan bingung, Buang pun membersihkan lapak judi dadunya, setelah diperintah petugas.
Dia hanya bisa pasrah sambil memeluk erat peralatan judi miliknya,  Buang juga menurut saat petugas membawanya menuju ke Polsek Pakis.
“Saya terpaksa membuka judi dadu, karena tidak memiliki penghasilan tetap,’’ katanya dengan wajah tertunduk lesu.
Uang dari hasil judi dadu ini digunakan untuk tambahan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. “Saya tahu berjudi salah dimata hukum, tapi saya juga butuh uang untuk keperluan keluarga,’’ kata ayah dua anak ini sembari kepalanya tetap tertunduk.
Kini Buang hanya bisa pasrah, karena harus meringkuk di tahanan. Bahkan, pria ini juga berharap polisi tidak kama menahan dirinya. “Kalau saya lama disini, terus bagaimana dengan nasib keluarga saya,’’ tandasnya.(vik/aim)