70 Penumpang Restu Panda Dievakuasi Darurat

MALANG POST - Sedikitnya 70 penumpang PO Restu nopol N 7430 UG dievakuasi paksa, menyusul kecelakaan di KM 32 jalan tol Porong-Surabaya, Senin pagi kemarin. Meski tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu, aksi ugal-ugalan PO Restu membuat puluhan ibu-ibu dan balita berteriak histeris.
‘’Detail kecelakaan, sampai sore ini, saya belum dilapori. Sekarang masih rapat di luar kota dan belum masuk kantor,’’ kilah Kristian, Direktur PO Restu ketika dihubungi Malang Post melalui ponselnya, Senin sore.
Bus bergambar Panda yang disopiri Achmadi, melesat dari terminal Arjosari Malang, sekitar pukul 07.100 WIB. Seperti biasanya, diawal hari kerja, penumpang sudah penuh sesak mulai dari terminal.
Meski begitu, Achmadi masih terus menaikkan penumpang mulai keluar Arjosari sampai pasar Lawang. Kapasitas tempat duduk yang hanya 56 penumpang dijejali hingga mencapai 70 orang.
Selepas dari Lawang, Achmadi berupaya kejar-kejaran dengan bus lain yang ada di depannya. Situasi ini kian runyam saat bus lepas dari halte Purwosari, karena PO Tentrem kedapatan masih’menunggu’ di halte tersebut.
‘’Pak sopir gak usah ngebut akeh arek cilik (jangan ngebut banyak anak kecil),’’ teriak ibu-ibu, yang pagi kemarin kebanyakan membawa balita untuk diajak liburan sekolah jalan-jalan ke Surabaya.
Peringatan itu tidak membuat sopir mengurangi kecepatannya. Apalagi, bus yang menjadi lawannya mencari penumpang masih ada di depannya. ‘’Penumpang wis penuh kok uber-uberan (sudah penuh masih kejar-kejaran),’’ omel ibu di jok belakang sembari mendepak anak perempuannya.
Mungkin, karena tidak mendengar omelan penumpangnya, Achmadi pun tetap tancap gas. Saat masuk pintu tol, bus pun dipacu dengan kecepatan di atas 100 km/jam. Padatnya arus lalin di tol Porong-Waru tidak membuat sopir kehabisan akal untuk tetap mempertahankan kecepatan.
Jalan zig zag dan menyalip di atas bahu jalan terus dilakukan agar segera sampai di Surabaya. Ketika masuk KM 32, posisi bus sudah ada di bahu kiri jalan. Kebetulan di depannya ada dump truk dengan muatan sirtu penuh berjalan lambat.
Meski sudah diklakson, sopir truk tetap tidak bisa menambah kecepatan. Achmadi pun berusaha mendahului dari kiri. Merasa disalip dari kiri, sopir truk tidak mau memberi akses. Sebaliknya, justru terus berjalan lurus tanpa menggoyang truknya sedikit ke kanan.
‘’Awasss..... Kalem pirrrr...,’’ teriak penumpang kepada sopir. Merasa posisi membahayakan, sopirpun membanting busnya ke kiri dan akhirnya menghantam guardrill (pembatas jalan) dan langsung berhenti.
Andai kata tidak ada pohon di sisi kiri dan kuatnya guardrill, bisa jadi bus akan terguling. Beruntung, bus berhenti dalam posisi miring ke kiri karena disangga pohon dan guardrill. Penumpang pun panik berusaha keluar bus.
Tetapi, karena pintu depan dan belakang sisi kiri tidak bisa dibuka, penumpang pun dievakuasi melalui pintu darurat di sisi kanan. Satu demi satu, penumpang turun dengan dibantu petugas PJR jalan tol.
‘’Pasti ada sanksi. Kalau sopir salah dan membahayakan penumpang, biasanya kita berikan sangsi,’’ kilah Kristian, dengan tidak menyebutkan sanksi untuk Achmadi, yang nyaris mencelakakan 70 penumpangnya. (has/ary)