Penjual Miras Ilegal Hanya Ditipiring

Kapolres Malang AKBP Aris Haryanto SIK meninjau miras ilegal yang berhasil disita dalam operasi gabungan sebulan terakhir.

KEPANJEN – Peredaran minuman keras (Miras) ilegal dan oploasan di Kabupaten Malang masih besar. Kendati sudah kali berulang dilakukan razia Miras, peredaran Miras ilegal masih merajalela. Buktinya, dalam satu bulan razia Miras dilakukan kemarin, Polres Malang berhasil menyita 3.836 botol Miras dan mengamankan 39 orang pelakunya.
Operasi itu digelar untuk menciptakan suasana kondusif saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2015. Petugas juga berhasil menyita 245 liter miras jenis trobas, yang diduga sebagai bahan membuat Miras oplosan.
“Operasi miras ini untuk meminimalisir pembuatan miras oplosan yang berpotensi mengakibatkan jatuhya korban jiwa,” ujar Kasat Resnarkoba Polres Malang, AKP Syamsul Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, razia dilakukan hampir merata di wilayah hukum Polres Malang. Miras yang berhasil disita kebanyakan ditemukan dari toko-toko dan rumah masyarakat. Hanya saja, Satreskoba Polres Malang belum menemukan pabrik pembuatan miras ilegal.
“Miras yang kami sita ini tidak memiliki surtat izin penjualan. Termasuk ada yang dijual dengan di display paling depan sendiri dan mudah terlihat. Hal ini tidak diperbolehkan,” ujar mantan Kanit Reskrim Polsek Singosari tersebut.
Selama operasi miras, pihaknya berhasil mengamankan 39 orang pelakunya. Seluruh pelaku penjual miras itu, hanya dilakukan sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Mereka melanggar Perda No 17 Tahun 2013 dengan ancaman pidana enam bulan kurungan penjara dan denda Rp 5 juta.
 “Mereka kami lakukan pendataan dan kemudian ditindak melalui sidang tipiring,” imbuhnya.
Melalui pendataan itu kata dia, nantinya akan diketahui pelaku-pelaku lama yang membandel, kemudian akan dilakukan penindakan. Perederan miras ilegal berpotensi dipergunakan sebagai bahan pembuatan miras oplosan menjadi atensi Polda Jatim untuk diberantas.  
“Melalui razia ini, kami mengharapkan tidak terjadi lagi kasus miras oplosan, hingga menyebabkan korban jiwa,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut.(big/aim)