Ngantuk,Pengemudi Hyundai Sasak Dua Mobil

MALANG – Kecelakaan  tragis  terjadi di Jalan Raya Mayjend Panjaitan Malang,Selasa pagi kemarin. Mobil Hyundai B 1710 POF dikemudikan WT, 27 tahun, warga Pamekasan – Madura menabrak dua mobil yang terparkir di pinggir jalan. Yaitu mobil Toyota Vios AD 8055 AI milik Al Fajar, mahasiswa asal Wonogiri serta mobil Mazda AE 1896 NE milik Arrohim, warga Jalan M Panjaitan Malang.
Kecelakaan jadi sekitar pukul 05.30 tersebut, berawal dari mobil Hyundai melaju dengan kecepatan tinggi dari barat ke timur. Ketika melintas di lokasi, tanpa sebab yang jelas mobil tiba-tiba oleng ke kanan yang kemudian menabrak mobil Vios dan Mazda. Saking kerasnya benturan, mobil Hyundai sampai putar balik.“Kasusnya sudah kami tangani. Semua kendaraan kami amankan untuk barang bukti. Dugaan kami, kecelakaan ini karena pengemudi mobil Hyundai mengantuk,” kata Kanitlaka Polres Malang Kota , Kanitlaka Polres Malang Kota, Ipda Budi Djoenaidi S kepada Malang Post.
Sebelumnya,Senin malam, Jalan Raya Gatot Subroto (Embong Brantas Buk Gluduk) kembali meminta tumbal. Senin (22/12) malam, kecelakaan maut kembali terjadi di lokasi ini. Roni Kurniawan, 17 tahun, warga Jalan Muharto VII Malang ini, yang menjadi korbannya. Ia tewas seketika di lokasi kejadian, setelah motor yang ditumpanginya ditabrak kendaraan truk gandeng tak dikenal. Pasalnya usai menabrak, truk langsung kabur ke selatan.
Sedangkan, Riska Yuliana, 16 tahun, warga Jalan Kasin Jaya V Malang, yang mengendarai motor, mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSSA Malang. Kasus kecelakaan tersebut, saat itu langsung ditangani penyidik Unit Laka Lantas Polres Malang Kota.
“Untuk kendaraan truk gandeng yang terlibat kecelakaan, masih kami selidiki keberadaannya. Semalam (Senin malam, red) seusai kejadian kami sudah berusaha mencarinya, tetapi tidak ketemu,” ungkap Djoenaidi S.Peristiwa kecelakaan ini, terjadi sekitar pukul 23.00. Berawal dari sepeda motor Suzuki Satria N 4379 AAE yang dikendarai oleh Riska, berboncengan dengan korban Roni ini melaju dari barat ke timur. Mereka naik motor tanpa menggunakan helm serta tidak memiliki SIM. Kemudian Sesampainya di lokasi, tanpa melihat laju kendaraan dari arah utara, Riska langsung memotong jalan dan belok ke arah selatan.
Bersamaan dengan belok ke selatan ini, dari utara ke selatan melaju truk gandeng yang belum diketahui identitasnya. Karena jarak cukup dekat, apalagi pengemudi truk tidak bisa menghindari akhirnya tabrakan pun terjadi. Motor Suzuki Satria yang ditumpangi korban tersebut ditabrak dari belakang, hingga terjatuh dan terseret. Usai menabrak, dengan memanfaatkan situasi yang sepi pengemudi truk yang ketakutan memilih kabur ke selatan.
“Berdasarkan hasil penyelidikan kami sementara, penyebab kecelakaan tersebut karena pengendara motor kurang berhati-hati, dan tidak melihat serta memberikan kesempatan pada kendaraan yang melintas. Apalagi pengendara motor tidak memiliki SIM, juga tidak memakai helm,” ujar Djoenaidi.
Djoenaidi juga mengimbau, mengingat banyaknya anak di bawah umur yang belum memiliki SIM menjadi korban kecelakaan, ia meminta kepada orangtua untuk tidak memberikan kesempatan pada anaknya membawa sepeda motor. “Karena selama ini, banyak orangtua yang membiarkan anaknya naik motor di jalan raya, padahal masih belum memiliki SIM,” tuturnya. (agp/nug)