Periksa 7 Saksi UIN Maliki, Kejari Tak Temukan Bukti Baru

MALANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Malang tetap belum menemukan bukti pendukung lain meski telah melakukan pemeriksaan kepada tujuh saksi terkait dugaan korupsi penggelembungan dana pengadaan lahan kampus II UIN Maliki Malang.
"Terakhir, kami memeriksa tujuh saksi pada Kamis (18/12/14) lalu di Batu. Dari keterangan para saksi yang sebagian besar petani ini, mereka mengatakan tidak tahu dan tidak pernah ketemu dengan tersangka Imam Suprayogo," ujar Kasi Intel Kejari Malang, Dwi Setiadi Rabu (24/12/14) kemarin.
Dwi menyatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Akan tetapi, mereka tidak bisa mengatakan siapa lagi saksi yang akan diperiksanya. Sebab, hal tersebut dinilai akan mengganggu penyidikkan yang tengah dilakukan Kejari Malang selama ini.
Lebih lanjut dikatakan, sudah muncul nama baru yang menjadi sorotan Kejari Malang. Ada kemungkinan nama tersebut Kejari tetapkan sebagai tersangka. Kendati demikian, perlu  dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menetapkan nama itu sebagai tersangka. "Ada kemungkinan dan masih kita sembunyikan. Masih butuh pendukung lain," tegasnya.
Dwi juga menyatakan, pihaknya perlu bantuan masyarakat untuk memberi informasi tentang aset milik terpidana. Sebab, dibutuhkan bukti pendukung untuk membawa tersangka Mantan Rektor UIN Maliki Malang, Imam Suprayogo ke pengadilan.
"Status tersangka Imam Suprayogo sudah tersangka sejak lama. Tapi Kejari masih butuh bukti pendukung untuk membawanya ke pengadilan. Kejari juga sudah mengeluarkan surat perintah untuk melakukan pelacakan aset bernomor 22/O.5.3/3/06/2014. Sekarang lagi dalam pencarian kembali," ujar Dwi.
Dari data yang dihimpun Malang Post, sudah ada lima nama yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dua di antaranya sudah menjalani putusan lima tahun penjara, yakni Kaur Ekonomi dan Pembangunan Desa Tlekung Marwoto dan Sekretaris Desa Tlekung Nulhadi.  Keduanya juga sudah dijatuhi denda Rp 137 juta untuk Marwoto dan Rp 67 juta untuk Nulhadi.(erz/han)