Siswa Dempo Dibunuh di Hari Natal

SMAK St. Albertus (Dempo) Malang berduka. Salah satu siswanya, Alexander Axel Elleaza, 16 tahun, tewas dibunuh. Pembunuhan terjadi di dalam ruko Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Kamis dini hari (25/12/14). Korban tewas dengan delapan luka tusuk.
Ada lima tusukan tepat di dada, satu tusukan di perut bagian atas dan satu lagi di perut bagian bawah. Tidak hanya itu, juga ada luka sayatan senjata tajam di pergelangan tangan kiri. Belum diketahui motif dari pembunuhan tersebut. Termasuk siapa pelaku pembunuhan sadis yang dilakukan tepat di Hari Natal ini.
Polres Pasuruan Kota yang menangani kasusnya masih melakukan penyelidikan. Polisi menduga pelakunya adalah orang dekat korban. Sebab dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan kerusakan apapun di pintu ataupun kunci ruko. Kemungkinan pelaku membunuh karena dendam dengan korban.
“Kami masih belum mengetahui motifnya. Termasuk siapa pelakunya, karena masih kami selidiki dan dalami. Kemungkinan pelakunya adalah orang dekat korban. Sebab pintu masuk ke dalam ruko ada tiga kunci. Dan semuanya tidak ada kerusakan sama sekali. Kalau pelakunya tidak kenal, tidak mungkin bisa masuk dengan mudah,” terang Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Bambang Sugeng, saat dikonfirmasi Malang Post via telepon siang kemarin.
Untuk mengungkap pembunuhan ini, lanjut Bambang, pihaknya telah membentuk tim khusus. Tim ini selain menyelidiki dengan memeriksa saksi-saksi, juga bertugas memburu pelakunya. “Doakan saja, pelakunya bisa kami tangkap sehingga motif pembunuhan tersebut jelas,” ujar Bambang.
Tentang pembunuhan itu, Bambang menambahkan korban kemungkinan sempat memberi perlawanan. Itu dikuatkan dengan darah yang bercecer di lantai. Hanya masih belum diketahui, apakah pelaku juga ikut terluka atau tidak. “Darah berceceran dimana-mana, itu mungkin karena korban melawan. Kami berharap pelaku juga terluka sehingga memudahkan kami untuk menemukannya. Paling tidak dapat terungkap dalam seminggu ke depan,” urainya.
Informasi yang diperoleh, sebelum ditemukan tewas bersimbah darah, Rabu (24/12) sore korban sempat melaksanakan ibadah misa Natal bersama keluarganya. Sepulang dari misa Natal, Axel sempat bermain play station dengan adiknya, Kristian. Saat bermain itu, keluarga sama sekali tidak melihat keduanya bertengkar.
“Saya tidak melihat ada tanda-tanda mereka bertengkar saat bermain PS. Bahkan Kristian juga mengaku tidak tahu kejadian itu (pembunuhan, red),” tutur Condro Lianto, 54 tahun, paman korban.
Rabu sore sekitar pukul 17.00, korban bersama ibunya Natalia Evifani, tiba di rumah setelah pulang dari misa Natal di Gereja Padova (gereja Katolik St Antonius Padova Jalan Balaikota, Pasuruan. Kemudian sekitar pukul 22.30, Axel bersama ibunya terlihat keluar ruko.
“Mereka berdua pergi entah kemana. Mungkin mencari makan. Tetapi tidak lama, sekitar pukul 22.45, mereka kembali pulang,” jelas Ahmad Zaenuri, 32 tahun, penjual STMJ yang biasa berjualan di sekitar ruko.
Warga Dusun/Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan ini menambahkan, pada Kamis dini hari, ia juga melihat seorang pria memakai jaket dengan jumper warna biru masuk ke dalam ruko. Namun dia tidak mengetahui siapa pria tersebut. Yang ia ingin, pria ini memakai celana panjang gelap serta tinggi sekitar 170 centimeter. “Namun saya tidak melihat keluarnya kapan. Yang pasti saya melihat pria itu masuk ke dalam ruko,” yakin saksi.
Kematian Axel baru diketahui pagi kemarin sekitar pukul 06.00, oleh ibunya Natalia Evifani di ruang belakang. Natalia yang terkejut, langsung berteriak histeris. Ia lalu menghubungi keluarga serta melaporkan ke polisi. Untuk bahan penyelidikan, jenazah korban sempat dibawa ke kamar mayat RSUD Purut Kota Pasuruan untuk keperluan otopsi.
Hendrik, paman Axel mengungkapkan  korban dan keluarga rencananya akan merayakan Natal di rumah kerabatnya di Sukun, Kota Malang.  Sebanyak 10 anggota keluarga dari Pasuruan akan berangkat ke Malang pada Kamis pagi.  "Rencananya mau ke Malang merayakan Natal. Di Malang sudah disiapkan pesta," jelas Hendrik.
Menurut Hendrik, Kamis pagi kemarin, Natalia berniat membangunkan Axel untuk segera mandi dan berangkat ke Malang. Namun karena di kamarnya tidak ada, ibunya mencari ke lantai bawah dan menemukan dia sudah dalam keadaan tewas mengenaskan. "Ibunya kemudian memeluknya dan menghubungi Omanya," kata Hendrik.
Saat ini jenazah korban sudah disemayamkan di Persemanyaman Budi Darma, Pasuruan. Hendrik menuturkan, pembunuhan Axel meninggalkan duka mendalam di keluarga. Selama ini, korban dikenal pendiam.(agp/dtc/han)