Bengkel Las ‘’Talun Jaya’’ Habis Dilalap Api

MALANG – Ini imbauan untuk masyarakat agar tidak menaruh barang mudah terbakar di dekat sumber api. Kalau tidak, nanti kejadiannya seperti bengkel las ‘’Talun Jaya’’  milik Haris Budiman  di Jalan  KH  Hasyim Asyari (Talun Kulon)  Kota Malang. Bengkel las milik pria berusia 69 tahun ini, ludes terbakar kemarin (26/12/14) karena kelalaiannya, menaruh tabung gas elpiji dekat tempat kerjanya yang banyak percikan api.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Salah satu pegawai menuangkan tiner pada cat. Di luar dugaan, rupanaya tiner itu disambar percikan api dari mesin Grindo yang digunakan pegawai tersebut untuk membersihkan sisa las pada pagar.
Kejadian tersebut bertambah gawat karena tiner yang terkena percikan api tersebut merembet ke gas elpiji yang letaknya tidak jauh dari lokasi. Api pun membesar dan menghanguskan mobil, serta sepeda motor yang juga berada di sana.
Kanit Identifikasi Polres Malang Kota, Ipda Subandi menilai kejadian tersebut disebabkan kelalaian dari pemilik bengkel las. "Peristiwa kebakaran ini akibat kelalaian pemilik bengkel las. Sudah jelas banyak barang mudah terbakar di dalam ruangan, termasuk tabung elpiji. Ditambah, aktivitas usaha jelas-jelas menimbulkan api," ujarnya  kepada Malang Post.
Ditambahkan, dugaan sementara penyebab terjadinya kebakaran memang tabung gas. Kepolisian akan melakukan identifikasi lebih lanjut mengenai hal ini."Nanti ada tim yang akan melakukan identifikasi penyebab pasti kebakaran, dugaan awal dari alat grindo untuk membersihkan sisa las," katanya.
Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, antara lain, kaleng cat dan cairan tiner yang ada di bengkel tersebut. Selain itu, beberapa barang yang terbakar di lokasi juga diamankan.
Tabung gas di bengkel las tersebut Talun Jaya memang sangat banyak. Pantauan di lapangan, ada sekitar 20 tabung gas elpiji 3 kilogram dan sekitar 10 tabung gas elpiji 12 kilogram. Pemilik bengkel, Haris membenarkan kalau selain membuka bengkel las, dia menjual tabung gas elpiji. Bahkan, masih ada tabung gas lain yang dia simpan di belakang bengkelnya. "Di belakang masih banyak elpiji, tapi tidak apa-apa. Yang terbakar bagian depan, karena aktivitasnya di depan," urai Haris.
Lebih lanjut, Haris menduga total kerugian yang dia alami sedikitnya Rp 100 juta. Sebab, sepeda motor dan mobil miliknya juga ikut terbakar. Selain itu, percetakkan yang berada tepat di sebelah bengkel las tersebut juga ikut terbakar sebagian. Sedikitnya ada tiga mesin percetakan dan beberapa barang pesanan ikut hangus terbakar.Kendati demikian, penjaga percetakan itu, Iwan tidak berani menerka-nerka, berapa kerugian yang dia dapatkan. "Iya, ikut terbakar, tapi kerugian masih belum saya hitung," tegasnya. (erz/nug)