Belajar Racik Petasan dari Internet

MALANG POST – Jelang malam pergantian tahun, Polres Malang giat melakukan razia petasan. Jumat (28/12) malam kemarin, petugas berhasil mengamankan seorang pelaku pembuat petasan, Mardiono bin Kodrat, 38 tahun, warga Dusun Robyong Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo.
Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti petasan berjumlah 500 biji berupa petasan renteng sepanjang 10 meter, ratusan selongsong petasan, tali sumbu petasan dan yang 0,5 kg serbuk pembuat peledak petasan.
Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang Iptu Sutiyo SH M.Hum mengatakan, masyarakat sekitar mengeluh dengan aktivitas tersangka yang membuat petasan. Terlebih petasan yang dibuat tersangka jumlahnya banyak yang dkihawatirkan membahayakan lingkungan sekitarnya
“Mendapat keluhan dari masyarakat, kami segera bertindak dengan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Dari penyelidikan tersebut, kami melakukan razia ke beberapa tempat di Kecamatan Poncokusumo, termasuk di rumah tersangka,” ujar Iptu Sutiyo SH Mhum kepada Malang Post kemarin.
Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka, petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti tersebut. Tersangka tidak bisa mengelak dan langsung digelandang ke Mapolres Malang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka dijerat dengan Undang-Undang UU Darurat Tahun 1951 pasal 1 ayat 1.
“Ancaman hukumannya sendiri maksimal 10 tahun penjara. Tersangka membuat petasan ini, sendirian,” terang Perwira Pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya. Razia petasan ini akan terus dilakukan, hingga awal Januari tahun 2015 nanti. Itu untuk menciptakan suasana kondusif saat nerlangsungnya tahun baru.
“Tidak hanya petasan yang menjadi atensi menjelang pergantian tahun baru, peredaran miras ilegal maupun miras oplosan dan kejahatan asusila,” terangnya.
 Sementara itu, dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka Mardiono mengaku belajar membuat petasan secara otodidak dari internet. Petasan yang dia buat itu, telah dipesan oleh seseorang yang berasal dari Gadang.
“Saya baru pertama kali ini membuat petasan dengan sekala besar. Biasanya hanya belasan petasan yang dibuat. Petasan ini dipesan seseorang dari Gadang Kota Malang, katanya untuk pengajian,” kata tersangka. (big/aim)