Tiga ABG Obok-Obok Kandang Ayam

Iptu Sutiyo SHG Mhum

KEPANJEN- Kelakuan tiga ABG ini, tidak patut ditiru. Mereka yakni AG, 16 tahun, YR, 16 tahun dan NR, 17 tahun, warga Desa Sidorejo Kecamatan Pagelaran kompak melakukan pencurian. Akibatnya, sejak akhir pekan kemarin, mereka harus merasakan pengapnya sel tahanan Mapolres Malang.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang Iptu Sutiyo SH M.Hum mengatakan, ketiganya melakukan pencurian di kandang ayam milik Hartoyo, 37, warga Desa Sawahan Kecamatan Turen.
“Kejadian pencurian itu dilaporkan oleh korban, pada Selasa (23/12) lalu,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, pelaku YR, merupakan majikan korban. Sedangkan modus yang dilakukan, mereka masuk lewat pintu gerbang kandang ayam pada malam hari. Seperti biasanya, kandang ayam itu memang tidak pernah dikunci oleh korban. Kebetulan, pada malam itu, tempat tersebut tidak ada penjaganya.
Dengan mudah mereka mengobok-obok tempat tersebut. Dari tempat itu, mereka mengambil satu buah mesin pemanas untuk kandang (gasolet) dan empat buah tabung elpiji 3 kilogram. “Selanjutnya, barang curian itu dibawa ke rumah AG,” ujar perwira pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya tersebut.
Baru keesokan harinya, mereka menjual Gasolet kepada Nurhadi warga Desa Clumprit Kecamatan Pagelaran yang juga punya kandang ayam. Sedangkan tabung elpiji dujual oleh AG ke salah seorang pedagang di Pasar Gondanglegi. Mereka menjual dengan mulus barang curian tersebut, tanpai dicurigai oleh korbannya.
“Menurut pengakuan tersangka AG, Gasolet laku Rp. 450 ribu dan tabungnya laku Rp. 250 ribu,” ujar pria yang juga menjabat Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Malang ini. Dilanjutnkannya,, alasan mereka melakukan pencurian, lantaran tidak mempunyai uang untuk bermain game online di warnet. Sedangkan penangkapan terhadap ketiga pelaku atas dasar laporan dari korban Hartoyo itu sendiri.
Yang pada saat ke kandang dia mendapati mesin pemanas dan tabung elpijinya raib dari tempatnya. “Mereka kami tangkap atas informasi dari masyarakat sekitar yang mengetahu, ketiganya malam itu keluar dari kandang korban,” tuturnya. Atas perbuatan itu, mereka diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. (big/aim)