Polisi Bongkar Jaringan Pemalsu STNK

MALANG POST - Aparat jajaran Satreskrim Polres Gresik berhasil mengungkap jaringan pengguna BPKB dan STNK palsu. Dalam kasus ini, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti 1 unit mobil yang diduga hasil kejahatan serta 3 tersangka.
Ketiga tersangka yang diamankan dan kini mendekam di tahanan adalah Suhardi (37), warga Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Jombang. Selanjutnya, Agus Iswanto (36), warga Desa Giriharjo, Kecamatan Puhpelem, Kediri, dan Agus Junaidi (40), warga Klanting, Kecamatan Tarik, Sidoarjo. Serta satu tersangka yang masih menjadi DPO.
Kapolres Gresik AKBP E.Zulpan menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula saat anggotanya menerima informasi ada transaksi mobil hasil kejahatan di Driyorejo dan hasil pengembangan ternyata juga mendapatkan jaringan pembuat STNK palsu. "Dari situ kami lakukan penyelidikan dan pengembangan. Sampai akhirnya kami berhasil menangkap tiga tersangka," ujarnya, Senin (29/12/2014).
Dalam kasus ini, polisi masih memburu satu pelaku yang bertindak sebagai aktor intelektualnya. Pasalnya, ketiga pelaku yang diamankan hanya sebagai perantara. "Kami masih memburu satu tersangka lagi yang menjadi DPO. Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama bisa ditangkap karena identitasnya sudah kami kantongi," tutur AKBP E.Zulpan.
Ia menambahkan, ada dugaan jaringan pembuat STNK palsu ini merupakan jaringan lama. Sebab, tindak kejahatannya (pemalsuan) meliputi antar kota dan antar provinsi. Indikasinya, mobil yang dikenakan merupakan hasil kejahatan. "Laporan yang masuk mobil hasil kejahatan dijual dengan harga Rp 60 juta dengan menggunakan STNK palsu," paparnya.
Selain mengamankan ketiga tersangka lanjut E.Zulpan, pihaknya juga berhasil menyita beberapa barang bukti, berupa 1 unit mobil Toyota Innova nopol S 817 WW. Satu lembar STNK Toyota Innova nopol S 817 WW, 1 lembar STNK Mitsubishi Hino Truk Tronton nopol L 9106 UX, 1 lembar STNK Mitsubishi T120SS PU nopol S 8114 S, 1 lembar STNK Toyota Yaris nopol W 314 SE, dan 1 lembar STNK Truk Hino nopol W 8306 UE. Ketiga tersangka kini ditahan di Mapolres Gresik dan dijerat dengan pasal 263 KHUP mengenai pemalsuan ancaman hukuman 7 tahun penjara. (jpnn/bj/udi)