Oknum Guru Ngaji Cabuli Murid

KEPANJEN- Guru ngaji seharusnya mengajarkan aklak maupun pendidikan yang baik kepada murid-muridnya. Namun, lain halnya dengan oknum guru ngaji bernama M Ibrahim, 29 tahun, warga Dusun Krajan RT 2 RW 1 Desa/Kecamatan Bantur ini. Dia tega berbuat asusila kepada salah seorang muridnya berinisal RM, 13 tahun, tetangganya.
Akibatnya, sejak awal pekan kemarin ini dia harus merasakan pengapnya hotel prodeo Mapolres Malang. “Tersangka kami tangkap di rumahnya. Tersangka kami jerat pasal 81-82 UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” kata Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo SH Mhum kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, peristiwa pencabulan itu terjadi 21 Desember 2014 lalu saat tersangka sudah mengajar korban sejak enam bulan sebelumnya. Ceritanya, saat itu tersangka mengajak korban ke Turen. Alasannya, tersangka meminta bantuan kepada korban untuk menjaga anaknya yang masih berusia tiga tahun.
“Tersangka mengajak korban ke Turen menggunakan sepeda motor. Anak tersangka di Turen butuh bantuan korban untuk menjaganya karena tersangka ada keperluan di luar,” kata perwira pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya.
Dia menambahkan, setelah dari Turen, korban diajak ke Kota Malang.
Tersangka mendapat kabar bahwa anaknya sudah diantarkan oleh kerabatnya ke rumahnya yang ada di Kota Malang. Tersangkapun mengajak korban ke rumahnya yang terletak di Jalan Zaenal Arifin RT 2 RW 3 Kelurahan Jodipan Kecamatan Kedungkandang Kota Malang. Disitulah tersangka melakukan asusila terhadap korban.
“Saat itu, rumah tersangka sedang sepi. Tersangka kemudian memaksa korban untuk berbuat intim,” terang pria yang juga menjabat sebagai Kanit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Malang ini. Karena dipaksa, korbanpun tidak bisa melawan.
Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya itu, tersangka mengantarkan korban pulang ke rumahnya. Usai kejadian itu, tersangka lebih pendiam dan sering menyindiri. Orangtua korban yang curiga, otomatis menanyakan penyebabnya. Saat itulah korban menceritakan kejadian yang sebenarnya dialami kepada kedua orang tuannya.
Tidak terima dengan perbuatan itu, kedua orangtua korban melaporkan kejadian tersebut ke UPPA Satreskrim Polres Malang. Berbekal laporan itu dan diukung dua alat bukti yang kuat, petugas akhirnya menangkap tersangka di rumahnya.
Menurut penuturan tersangka, dia nekat melakukan perbuatan itu lantaran tidak kuat menahan nafsunya. “Saya ingin mempunyai istri empat sesuai dengan sunnah. Apalagi saya juga cinta terhadap dia (Korban). Saya melakukan itu, suka sama suka,” ucap tersangka dengan nada tidak bersalah. (big/feb)