Bunuh Pengusaha Karena Utang

SURABAYA-Utang piutang dan sakit hati diyakini menjadi motif Alex Hermawanto membunuh Budi Hartono Tamadjaja. Namun pengakuan berbeda dilontarkan Alex setelah dia dan istrinya, Manasye Rieneke tertangkap.
"Korban ini mengancam mau membunuh keluarga saya," ujar Alex saat ditanya oleh Kapolrestabes Surabaya Kombespol Setija Junianta, Rabu (31/12/2014) lalu.
Alex mengatakan, setiap menagih, korban selalu menebar ancaman. Selain kata-kata yang kasar, korban diaku Alex selalu membawa aparat untuk menakut-nakutinya. Setiap menagih, korban selalu mengancam akan membunuh keluarga Alex bila tidak membayar. Tentu saja hal itu membuat takut Alex.
"Daripada saya yang dibunuh duluan, lebih baik saya yang mendahului," aku Alex.
Polisi mengatakan bahwa usaha Alex terlihat hendak bangkrut. Dari utang Rp 61 juta ke Budi, Alex sebenarnya sudah mencicilnya hingga masih tersisa Rp 43 juta.
"Yang masih buron ada dua, kami terus memburunya," tandas Setija.
Pelaku utama pembunuhan terhadap Budi Hartono Tamadjaja sudah tertangkap. Alex Hermawanto (40) dan istrinya Manasye Rieneke (32) ditangkap di Bandara Ngurah Rai Bali saat hendak terbang kabur menuju Brisbane, Australia.
Penangkapan Alex ternyata penuh lika-liku. Polisi hampir saja kehilangan jejak pengusaha keramik tersebut yang membuka toko di Jalan Penghela itu. Berikut kronologi kaburnya Alex dan istrinya.
Alex melakukan pembunuhan pada Senin (22/12/2014). Satu hari setelah membunuh atau Selasa (23/12/2014), Alex dan Rieneke kabur ke Bali. Mereka mengendarai Toyota Yaris berwarna putih. Di Denpasar, mereka menginap di sebuah hotel.
Rabu (24/12/2014), Alex melalui media mengetahui jika mayat Budi telah diketemukan. Alex mulai panik. Apalagi setelah Fitroni, salah satu pegawainya yang ikut terlibat, tak bisa dihubungi. Di tengah kekalutannya, Alex mengajak istrinya balik ke Surabaya menggunakan pesawat.
Kamis (25/12/2014), Alex mengajak istrinya kabur ke Jakarta. Di Jakarta, mereka menginap selama tiga hari di sebuah hotel di Cengkareng.
Minggu (28/12/2014), Alex check out dari hotel pukul 13.00 WIB. Mereka hendak mengejar pesawat pukul 17.00 WIB yang hendak membawanya menuju Bali. Saat itu anggota Polrestabes Surabaya juga datang ke tempat Alex menginap pada pukul 15.00 WIB. Polisi yang telat datang diberitahu jika Alex sedang menuju Bandara Soekarno Hatta.
Polisi yang datang ke bandara sudah tidak menemukan Alex lagi. Anggota Polrestabes Surabaya yang tidak mungkin lagi mengejar lalu lalu menghubungi polisi Bali untuk meminta bantuan menangkap Alex dan istrinya.
Saat sedang menunggu keberangkatan ke Brisbane di ruang tunggu, Alex dan istrinya dicokok. Mereka lalu dibawa ke Surabaya.(dtc/ary)