Jenazah Kevin Teridentifikasi

MALANG POST – Ada tiga jenazah penumpang korban pesawat AirAsia QZ8501 yang berhasil diidentifikasi. Komandan KRI Bung Tomo, Kolonel Yayan menyebutkan, dua yang pertama adalah Hayati Lutfiah dan Kevin Alexander Soetjipto asal Malang. Sedangkan satu lagi jasad pramugari, Khairunnisa Haidar Fauzi.
Kolonel Yayan menjelaskan, identifikasi berhasil dilakukan berdasar identitas yang ditemukan di tubuh korban. "Kami temukan identitas yang menempel di tubuh korban," ujar Kolonel Yayan.
Jenazah Kevin teridentifikasi karena di tubuhnya ditemukan KTP dengan nama Kevin Alexander Soetjipto. Kevin adalah mahasiswa Monash University, Melbourne Australia dan alumnus SMAK Dempo Malang. Ia termasuk anak pintar serta menguasai Bahasa Inggris dan Mandarin. Kevin yang tercatat sebagai warga Jalan Terusan Tinombala 15 Malang ini pergi ke Singapura bersama kedua orangtua Rudy Soetjipto–Anggara Lindawati serta saudaranya Cindy Clarissa Soetjipto, siswa aktif SMAK Dempo.
Yang membuat teman dan keluarganya bertambah sedih, 1 Januari kemarin sebenarnya adalah hari ulang tahun Kevin ke 21.  Bahkan di Facebooknya, banyak ucapan ultah yang diirini doa untuknya.
Misalnya saja, pesan dari Maha Limiana,  “Selamat ulang taun, Kevin...aku yakin perayaan ulang taunmu di sana bakal besar-besaran...bersama Allah Bapa di surga, kamu abadi sekarang...”
Lalu dari Syane Agacy, “Happy birthday kpop Kevin Alexander, i still cannot believe that you are not with us anymore. But i know that you are in happier place now beside God. Rest in piece Pop, you are loved and will be missed”.
Sementara Angelica Guandinata menulis “Pop, udah lama gak kontak. Tapi sayangnya pas denger kabar lu, itu kabar yg paling gak mengenakan yg pernah aku denger. Happy Birthday yaa pop! Istirahat yang tenang yaa di sana”.
Untuk Hayati, jasad dikenali lantaran ada kartu nama yang ditemukan di tubuhnya. "Ada kartu nama Hayati Lutfiah, alamat Tegalsari, Surabaya," kata Yayan. Selain itu, dalam tubuh korban juga ditemukan perhiasan berupa kalung dengan liontin inisial nama serta gelang. Hal ini sesuai dengan keterangan dan data yang diberikan oleh keluarga korban.
“Satu korban sudah teridentifikasi dan tidak terbantahkan adalah Haryati Lutfiah. Jenazah teridentifikasi berdasarkan sidik jari serta bekas operasi yang ada di tubuh korban,” Kombes Pol Budiono, Kepala Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim.
Terkait kepastian itu pula, sekitar pukul 16.15 WIB kemarin, Polda Jatim langsung menyerahkan jenazah Hayati Lutfiah Hamid kepada keluarga korban. Penyerahan dilakukan di RS Bhayangkara dengan urutan diserahkan dahulu ke Sunu Widyatmoko Dirut AirAsia lalu estafet menyerahkan ke Nana Istifaijah, ibu kandung korban.
“Di sini ada tiga dokumen. Semuanya sudah lengkap dan kita serahkan semuanya kepada pihak keluarga,” ujar Irjen Pol Anas Yusuf, Kapolda Jatim saat upacara serah terima jenazah AirAsia QZ 8501, Kamis petang.
Guna membantu percepatan proses identifikasi jenazah yang datang, posko Antemortem Polda Jatim terus melakukan pengumpulan data. Hingga kemarin, tercatat sudah ada 156 antemortem dan 107 DNA yang berhail berhasil diserahkan ke Polda Jatim. Dari jumlah itu masih ada kekurangan 8 antemortem dan 57 DNA. “Masih terus kita kumpulkan untuk memudahkan identifikasi,” ujar Kombespol Awi Setiyono Kabid Humas Polda Jatim kepada Malang Post di depan posko Antemortem, Kamis sore.
Terkait pengumpulan data ini, Roni Tan Bun, paman keluarga korban bernama Andrian Fernando menyebutkan, sejak pagi seluruh keluarga memang didatangkan ke Posko Antemortem. “Tadi saya menyerahkan ijazah keponakan saya untuk tambahan data,” katanya dengan menyebut 4 orang kerabatnya menjadi korban AirAsia Z 8501.

Sementara itu, pantauan Malang Post, di Jalan Terusan Tinombala 15 Malang, sejak Rabu (31/12/14) kondisi rumah Kevin masih tampak sepi. Sama sekali tidak ada aktivitas apapun. Termasuk Kamis kemarin mulai pagi hingga sore masih terlihat sepi. Pintu pagar rumah tertutup rapat. Hanya ada mobil warna hitam di teras depan rumah. “Sejak kejadian pesawat AirAsia itu, rumahnya sepi sampai sekarang tidak ada aktivitas apapun. Kadang saudaranya saja yang datang untuk menyalakan lampu rumah. Tetapi waktunya tidak pasti,” terang Dedi, salah satu petugas security di Jalan Terusan Tinombala 15 Malang.
Begitu juga dengan suasana di rumah saudara Kevin di Jalan Tidar Tengah Malang, juga nampak sepi. Termasuk rumah orangtua Anggara Lindawati di Jalan S Supriadi Sukun, juga sepi dan tertutup rapat. Kondisi yang sama juga terlihat di Jalan Jeruk 12 Malang, rumah Kevin Biantoro. Tidak ada tanda-tanda aktivitas yang menandakan, bahwa jenazah Kevin Biantoro ditemukan. “Dari tadi pagi sepi, sama sekali tidak terlihat ada orang,” kata seorang pengayuh becak yang setiap harinya mangkal di dekat rumah korban.
Hingga tadi malam, total ada delapan jenazah korban AirAsia yang dibawa untuk diidentifikasi di RS Bhayangkara Polda Jatim, jumlah ini termasuk Hayati Lutfiah Hamid yang jasadnya sudah diserahkan kepada keluarga. Dua jenazah terakhir semuanya perempuan, mendarat di Juanda dengan Hercules CN295 dan masuk ke RS Bhayangkara sekitar 21.25 WIB. Empat jenazah lain datang Kamis siang dan dua jenazah pada Rabu sore (31/12/14).(agp/has/han)