Ratusan Pemuda Tawuran, 8 Rumah Rusak

MALANG POST - Ratusan pemuda dua dusun di Jombang terlibat tawuran. Mereka membawa pedang, batu, serta senapan angin. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sebanyak delapan rumah milik warga rusak akibat peristiwa itu. "Sekarang situasinya sudah aman. Kejadiannya semalam sekitar pukul 23.00 WIB. Namun demikian, hingga saat ini petugas masih siaga di lokasi," ujar Kapolres Jombang AKBP Ahmad Yusep Gunawan, Sabtu (3/1/2015).
Dua dusun yang terlibat tawuran itu masing-masing Dusun Branjang, Desa Sidokerto, Kecamatan Mojowarno, dengan Dusun Ngalangan, Desa Alang-alang Caruban, Kecamatan Jogoroto. Peristiwa mencekam tersebut diketahui terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di perbatasan kedua dusun.
Awalnya, sejumlah pemuda bergerombol di dekat perbatasan. Tak lama kemudian, nampak sekelompok pemuda lain berdatangan dari arah yang berlawanan. Entah apa yang menjadi pemicunya, sekelompok pemuda itu langsung menyerang pemuda yang tengah bergerombol. "Semula memang sempat kedua kelompok pemuda yang jumlahnya ratusan tersebut bersitegang terlebih dahulu. Tidak tahu siapa yang mulai, kedua kelompok langsung saling serang," ujar salah satu warga.
Selanjutnya, kedua kelompok pemuda yang saling serang tersebut berusaha melukai satu sama lain. Tak hanya menggunakan senjata tajam, mereka juga menggunakan bongkahan batu untuk saling serang. Tak ayal, bongkahan batu dilempar secara serampangan asal bisa mengenai lawannya. Kondisi mencekam tersebut langsung membuat ketakutan sejumlah warga yang berada di lokasi tawuran. Mereka tak ada yang berani keluar rumah maupun melerai tawuran tersebut.
Para pemuda tersebut secara membabi buta menyerang lawannya. Akibatnya, sekitar 8 atap rumah yang berada di dekat lokasi alami kerusakan terkena lemparan batu para pelaku. Bahkan, seorang ibu rumah tangga nyaris celaka karena terkena runtuhan genting rumahnya yang rusak akibat lemparan batu. Untuk mendinginkan situasi, warga kemudian menghubungi perangkat desa dan diteruskan ke polisi setempat.
Sejumlah petugas baik dari Polsek Mojowarno dan Jogoroto beserta pasukan Dalmas Polres Jombang tiba di lokasi dengan dipimpin langsung Kapolres, AKBP Akhmad Yusep Gunawan. Mereka langsung membubarkan aksi brutal tersebut. Bahkan tidak jarang petugas menembakkan pistol ke udara sebagai peringatan maupun menghalau para pemuda yang terlibat tawuran.
Sekitar dua jam kemudian situasi bisa dikendalikan. Para pemuda yang terlibat tawuran kocar-kacir, membubarkan diri. Sementara itu usai peristiwa tawuran tersebut, jajaran kedua Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), Jogoroto dan Mojowarno segera bertindak cepat untuk mendamaikan kedua belah pihak. Masing-masing perwakilan dari kedua desa dipertemukan untuk menjernihkan persoalan yang menjadi pemicu tawuran. (jpnn/bj/udi)