Fakta Baru, Pembunuhan Sudah Direncanakan

MALANG – Ada fakta baru dalam pembunuhan sadis yang menewaskan siswa SMAK St. Albertus (Dempo) Malang, Alexander Axel Elleaza, 16 tahun. Pembunuhan yang terjadi Kamis (25/12) dini hari itu, ternyata sudah direncanakan oleh Anjas Eko Legowo (AEL). Fakta tersebut terungkap saat reka ulang adegan pembunuhan, kemarin siang.
Hal ini juga dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Bambang Sugeng, kepada Malang Post saat dikonfirmasi sore kemarin. Bambang menegaskan ada temuan fakta baru, dari hasil rekontruksi. “Pembunuhan itu, ternyata tidak secara kebetulan. Tetapi sudah direncanakan terlebih dahulu oleh tersangka AEL,” ungkap Bambang Sugeng.
Menurutnya, dalam rekontruksi tersebut, pisau yang digunakan menghabisi nyawa Axel, ternyata tidak diambil di dapur rumah korban. Pisau itu sangaja dibawa oleh tersangka dari rumahnya. AEL memang sudah merencanakan akan menghabisi nyawa Axel, yang terus-menerus menagih hutang sebesar Rp 1 juta.
“Tersangka mengakui kalau pisau itu dibawa dari rumahnya. Ia mengatakan kalau pisau tersebut, digunakan untuk menakut-nakuti korban supaya tidak menagih hutangnya terus. Sebab sebelum terjadi pembunuhan, tersangka mengaku terus-terusan ditagih oleh korban,” jelas Bambang.
Dengan temuan fakta baru tersebut, tersangka AEL yang sebelumnya dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dirubah menjadi pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Selain itu, ia juga dijerat pasal berlapis yaitu UU Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002 pasal 80 ayat 3 dan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai dengan kekerasan.
Rekontruksi pembunuhan ini, dilakukan dalam ruko Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Trajeng, Kecamatan Gadingrejo, Kota pasuruan, tempat korban ditemukan tewas. Rekontruksi yang memperagakan 35 adegan tersebut, selain menjadi tontonan ratusan masyarakat, juga dihadiri kedua orangtua, nenek serta kerabat korban.
Mereka tak kuasa menahan tangis, ketika melihat pelaku pembunuhan itu adalah teman SMP sekaligus teman akrab korban. Apalagi beberapa hari setelah terjadi pembunuhan, tersangka AEL ini datang ke rumah korban untuk mengucapkan belasungkawa. AEL sengaja datang untuk menutupi aksi pembunuhan sadis yang dilakukan. Bahkan ia juga datang di pemakaman korban di Pemakaman Cinta Sentong Baru Kecamatan Lawang.
Sekadar diketahui, kerja keras Tim Reskrim Polres Pasuruan Kota, mengungkap pembunuhan sadis saat malam perayaan Natal Kamis (25/12) lalu, akhirnya membuahkan hasilnya. Selasa (30/12) petang, pelaku pembunuhan Alexander Axel Elleaza, 16 tahun itu tertangkap. Pelakunya adalah teman sekolah korban sewaktu SMP.
Yaitu Anjas Eko Legowo (AEL), 17 tahun. Ia masih berstatus pelajar di SMA Bima Jember. AEL tinggal bersama ibunya di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Ambulu, Jember. Tersangka diringkus petugas di perbatasan Lawang-Pasuruan. Motif pembunuhan karena masalah hutang piutang sebesar Rp 1 juta. AEL memiliki hutang pada korban saat SMP. Hutang tersebut terus diungkit-ungkit hingga membuat tersangka kalap dan membunuh korban.(agp)