Saling Tuduh, Polisi Tunggu Hasil Labfor

MALANG – Penyebab kebakaran gedung Nav Karaoke dan O2 Platinum Pool & Lounge di Jalan Raya Langsep Malang, masih misterius. Polisi masih menunggu hasil dari Labfor cabang Surabaya. Rencananya, baru hari ini penyidik Reskrim Polres Malang Kota, akan mengambil hasilnya.
“Apa penyebab kebakaran itu, kami juga masih menunggu hasil dari Labfor. Baru Senin besok (hari ini, red) akan kami tanyakan hasilnya. Sehingga bisa jelas apa penyebab kebakaran itu. Apakah memang karena konsleting listrik, ataukah ada penyebab lainnya,” jelas Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro.
Adam mengatakan, hasil Labfor tersebut nantinya akan langsung disampaikan kepada kedua pihak yang bersangkutan. Yaitu pemilik gedung serta pemilik Nav Karaoke dan O2 Platinum Pool & Lounge. Karena pasca kebakaran gedung tersebut, kedua pihak yang masih bersengketa ini saling menuduh.
Pemilik gedung mengatakan bahwa kunci gedung dibawa pihak Nav Karaoke, sehingga bisa keluar masuk. Sedangkan pihak Nav Karaoke melalui kuasa hukumnya membantah tuduhan tersebut. “Hasil Labfor nantinya akan membuktikan apa penyebab kebakaran itu. Yang jelas saat olah TKP, dua titik api. Satu titik api di ruang belakang (dapur) tempat karaoke, serta satu titik api di lorong,” tutur Adam.
Terkait pemeriksaan saksi, menurut salah satu penyidik Reskrim Polres Malang Kota yang menangani perkara ini, bahwa kedua pihak serta beberapa saksi sudah dimintai keterangan. Namun tidak menutup mereka akan dipanggil lagi untuk dimintai keterangan, setelah hasil Labfor diketahui.
Sekadar diketahui kebakaran nyaris meludeskan bekas gedung Nav Karaoke dan O2 Platinum Pool & Lounge di Jalan Raya Langsep Malang, Senin (22/12) nyaris ludes kebakaran. Belum diketahui penyebab dari kebakaran tersebut. Pihak pemilik gedung, Harianto menduga ada sesuatu di balik kebakaran itu.
Ia menduga ada unsur sabotase. Karena diakui bahwa yang membawa kunci pintu gedung serta gardu listrik adalah pihak Nav Karaoke. Sementara pihak Nav melalui kuasa hukumnya, M Kurniawan SH membantah tuduhan sabotase tersebut. Ia mengatakan kalau kunci gedung memang dibawa, tetapi pintu harmonika gedung juga digembok oleh pemilik gedung. Termasuk pagar seng yang menutup gedung juga dikunci oleh pihak pemilik gedung.(agp/nug)