Suami Istri Kok Kompak Mencuri

MALANG – Selama ini kalimat partner in crime hanya digunakan sebagai kiasan terhadap kedekatan pasangan, maka Muhaimin Ragil Budiman, 22 tahun serta istrinya Gilda Kandsari, 17 tahun benar-benar partner in crime dalam arti sesungguhnya. Pasangan suami istri (pasutri) satu ini sungguh kompak dalam segala hal, bahkan dalam kejahatan yang akibatnya mereka harus makan tidur di hotel prodeo bersama.
Ragil adalah warga asal Jalan BS Riadi XIV, Kelurahan Oro-oro Dowo, Kecamatan Klojen, namun ia juga tinggal di Jalan Sumbersari III Kecamatan Lowokwaru. Sedangkan istrinya, Gilda asli Dusun Niwen, Desa Sidorahayu, Kecamatan Wagir. Mereka selama ini tinggal dengan kontrak rumah di Jalan Kolonel Sugiono VIII, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun.
Keduanya menikah pada 2013 lalu. Saat itu usia Gilda masih muda sekitar 16 tahun. Sedangkan Ragil 21 tahun. Dari pernikahan dini tersebut, Gilda sempat hamil tujuh bulan, namun karena kandungannya lemah, ia keguguran. Sekarang, Gilda kembali hamil muda usia dua bulan.
Tetapi saat proses melahirkan nanti, keduanya terancam tidak bisa merasakan kebahagiaan. Pasalnya, sejak akhir pekan kemarin, pasutri ini harus berurusan dengan petugas Reskrim Polsekta Klojen. Mereka ditahan karena telah melakukan tindak kejahatan pencurian serta penggelapan. Keduanya dijerat dengan pasal 363 KUHP serta 372 KUHP, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun.
“Mereka kami tangkap di jalan setelah hampir sebulan diburu. Setelah dilakukan pemeriksaan, untuk penahanan mereka kami titipkan di Polres Malang Kota,” ungkap Kanitreskrim Polsekta Klojen, Iptu Danang Yudanto.
Menurutnya, penangkapan pasutri itu berdasarkan laporan Desty Bhearly Hafnia Diantika, 18 tahun. Pelajar kelas XII SMA Laboratorium warga Jalan Cokroaminoto Malang ini, melaporkan telah menjadi korban pencurian. Handphone serta dompet miliknya, telah dicuri oleh Ragil dan Gilda.
Desty dalam laporannya mengatakan, kejadian itu terjadi Rabu 10 Desember 2014 lalu. Siang itu sekitar pukul 14.00, kedua pasutri ini mengajak korban janjian di Pujasera Jalan Sriwijaya Malang. Mereka mengatakan pada korban ingin mentraktir makan.
Karena sudah kenal, Desty yang tidak curiga mengiyakan ajakan itu. Begitu bertemu, mereka lalu membelikan minuman suplemen untuk korban. Namun sebelum diberikan pada korban, minuman tersebut dicampur dengan air rebusan bunga terompet yang sudah disiapkan dari rumah.
Tak lama setelah minum, Desty merasakan sakit di kepalanya. Setelah itu, oleh kedua pasutri korban diajak di SPBU Jalan Brantas Malang. Korban diminta untuk cuci muka. Tas miliknya diminta ditinggalkan di luar. Saat itulah, keduanya mengambil HP serta dompet milik korban. Setelah itu keduanya mengantarkan korban pulang.
Desty baru menyadari HP serta dompetnya hilang, setelah sadar. Curiga HP dan dompetnya dicuri oleh pasutri ini, akhirnya langsung melaporkan ke Polsekta Klojen. Berdasarkan laporan itulah, polisi berhasil menangkapnya.
“Dari pemeriksaan, mereka mengaku sudah tiga kali melakukan aksi kejahatan dengan modus yang sama. Namun dua korban lainnya tidak sampai melapor. Tetapi kami tetap akan mengembangkan kasusnya siapa tahu ada korban serta pelaku lain,” papar Danang Yudanto.(agp/han)