Anak ditangkap, Bapak Kabur

Tersangka YD, 15 tahun saat diperiksa oleh Satreskrim Polres Malang kemarin

KEPANJEN- Berbakti kepada orang tua, memang diwajibkan. Namun, tentunya dengan cara yang benar. Lain halnya dengan anak satu ini bernisial YD, 15 tahun, warga Jalan Gunung Jati RT 22 RW 05 Desa Pandanlandung Kecamatan Wagir. Sejak kemarin, dia harus mendekam di sel tahanan Mapolres Malang karena melakukan penganiayaan.
Korbannya yakni Sutrisno, 40 tahun, warga Jalan Raya Tebo Selatan Kelurahan Mulyorejo Kecamatan Sukum Kota Malang. “Korban mengalami luka berdarah di bibir dan wajahnya akibat dipukul tersangka YD menggunakan balok kayu,” ujar Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, peristiwa yang dilakukan oleh tersangka itu terjadi saat malam pergantian tahun. Sebelum kejadian pemukulan itu, korban Sutrisno usai bermabuk-mabukan dengan teman-temannya. Dalam pengaruh alkohol tersebut, kemudian korban menuju ke daerah kampung tersangka yang juga mengadakan pesta pergantian tahun.
“Saat itu, ayah tersangka benama Hariono mengingatkan korban agar tidak berbuat onar di kampungnyaa tersebut,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya.
Saat mengingatkan itu, keduanya terjadi cek-cok maupun adu mulut. Hingga korban Sutrisno ini, melakukan pemukulan terhadap Hariono.
Tidak terima ayahnya dipukul, tersangka naik pitam. Kemudian mengambil balok kayu dan memukul ke wajah korban hingga berdarah. Belum puas denga perbuatan itu, Hariono yang sebelumnya dipukul juga naik pitam dengan memukul korban. Mereka bedua mengeroyok korban hingga tidak sadarkan diri.
Kemudian aksi mereka itu kata dia, dihentikan oleh warga sekitar. Kemudian korban dibawa ke RSSA Kota Malang untuk mendapatkan perawatan. Tidak terima dengan perbuatan itu, korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib. “Ayah tersangka saat ini kabur. Kami tengah mengejarnya,” kata mantan Kasatreskrim Polres Tuban ini.
Sementara itu, tersangka YD mengaku tidak terima dengan perbuatan yang dilakukan oleh korban. “Dia itu (Korban) berbuat onar di kampung saya dengan mabuk-mabukan. Apalagi saat mukul ayah saya, tentunya tidak terima. Saya kasih pelajaran saja dengan memukulnya menggunakan balok kayu,” cetusnya. (big/feb)