Tergiur Keuntungan 60 Persen, Dokter Tertipu Rp 210 Juta

MALANG POST - Hati-hati! Penipuan modus investasi dengan untung tinggi masih menjadi modus penipuan yang seringkali tidak disadari oleh masyarakat. Korbannya bukan hanya ibu-ibu atau orang awam, tapi kali ini dialami oleh dokter spesialis syaraf RSUD Kanjuruhan, dr. Agustinus Kiki Kristianto, SpS.
Pria 40 tahun ini tergiur investasi yang menawarkan keuntungan 60 persen oleh orang yang baru dikenalnya. Alih-alih mendapat untung, uang Rp 210 juta miliknya malah raib. Diapun melaporkan peristiwa itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Malang Senin (5/1/15) lalu. dr Kiki mengatakan, perstiwa apes yang dialaminya itu terjadi pada 24 Desember 2014 lalu.
“Saya ditipu oleh  salah seorang kenalan, bernama Leymanto warga Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Saya kenal pelaku karena dikenalkan oleh teman saya,” ujar dr Kiki saat dihubungi Malang Post kemarin. Mulanya, dia dikenalkan dengan pelaku oleh kedua temannya Lukman dan Yuri di Kabupaten Purworejo. Keduanya merupakan kawan lamanya di Purworejo. Dia dikenalkan dengan tersangka saat bertugas di tempat tersebut pada Agusutus 2014 lalu. “Sesudah kenalan dengan pelaku, saya sering berkomunikasi. Baik itu lewat telepon maupun BBM,” kata pria yang berdomisili di Puncak Dieng Kabupaten Malang ini.
Awal Desember lalu, pelaku meghubungi korban karena butuh uang untuk modal pengadaan komputer di salah satu instansi di Pemkab Purworejo. Pelaku membutuhkan uang segar bernilai Rp 250 juta. Saat itu, pelaku hanya mempunyai uang Rp 40 juta dan membutuhkan tambahan dana sebesar Rp 210 juta.
“Saat itu, saya disuruh menginvetasikan dengan meminjamkan uang senilai Rp 210 juta. Janjinya, peminjaman itu berjangka waktu hingga awal Januari 2015 dengan keuntungan sebesar 60 persen,” paparnya.
Keuntungan sebesar itu, membuat dr. Kiki tergiur. Tanpa berpikir panjang dan tidak curiga sebelumnya ia mentransfer uang tersebut melalui BNI Cabang Kepanjen pada 24 Desember 2014 lalu. Namun, hingga waktu yang telah ditentukan, pelaku tidak kunjung mengembalikan serta memberi keuntungan. Maka dari itu, dia pun menghubungi pelaku namun nomornya sudah tidak bisa ditelpon.
Karena sadar menjadi korban penipuan, akhirnya ia melaporkan ke SPKT Polres Malang. Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat mengaku telah menerima laporan dari korban. Untuk itu, langkah yang ditempuh oleh pihaknya adalah langsung melakukan pengecekan kepada rekening milik pelaku.
“Setelah kami lakukan pengecekan, rekening milik pelaku sudah dikosongkan,” ujarnya saat dikonfirmasi kemarin. Pihaknya juga langsung berkoordinasi dengan BNI Cabang Kepanjen untuk melacak akun rekening pelaku. Hingga saat ini, proses penyelidikan yang dilakukan sedang berlangsung.
“Kami juga berkoordinasi dengan Polres Purworejo untuk melakukan penyelidikan terkait kasus ini,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan tiga balok di pundaknya tersebut. Mantan Kasareskrim Polres Tuban ini melanjutkan, tidak menutup kemungkinan ia menerjunkan anggotanya ke Purworejo untuk memburu pelaku.
Dengan catatan, informasi berupa identitas maupun keberadaan pelaku sudah diketahui. “Kami menghimbau kepada masyarakat, supaya tidak mudah percaya dengan investasi maupun pinajaman yang menjanjikan keuntungan berlipat dan cepat. Karena kasus semacam ini, sudah marak terjadi,” pungkasnya. (big/han)