Jaringan Penadah Sepeda Angin Digulung

SURABAYA – Polrestabes Surabaya berhasil menggulung jaringan pencuri dan penadah sepeda angin merk terkenal di Surabaya. Tidak tanggung-tanggung, enam tersangka telah dikandangkan di hotel prodeo Polrestabes Surabaya.
Tidak itu saja, polisi juga menyita dan mengamankan barang bukti 43 sepeda angin yang diduga hasil kejahatan. ‘’Kami masih terus mengembangkan kasus ini,’’ kata AKBP Sumaryono, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya di kantornya, kemarin.
Secara detail, Sumaryono menceritakan, modus operasi kejahatan sepeda angin dimaksudkan. Caranya, mereka mencuri dari sebuah perusahaan ekspedisi kemudian menjual hasilnya ke pihak penadah. ‘’Sekarang, pelaku dan penadahnya sudah kita amankan semua,’’ ungkapnya.
Keenam pelaku penggelapan diantaranya Usman (40 tahun) warga Bandung, Darmaji (45 tahun) warga Tanah Merah Surabaya, Wahyudi (45 tahun), Slamet (42 tahun), Karsono (62 tahun) dan Benny (30 tahun).
Menurut dia, terbongkarnya kasus ini berkat laporan Jacky, korban yang sehari-hari pengusaha ekspedisi (jasa pengiriman). Saat itu, Jacky ada order mengirim 43 sepeda angin dengan tujuan ke Bali. Karena jumlahnya cukup banyak, lanjut Sumarsono, korban memerlukan truk untuk mengangkutnya. Dalam kebingunan tidak ada truk itulah kemudian datang Usman menawarkan jasa angkutan.
‘’Setelah semuanya beres dan tanpa rasa curiga, korban setuju 43 sepeda angin merek terkenal dikirim menggunakan truk pelaku untuk diantarkan ke alamat tujuan di Bali,’’ papar Sumaryono sembari menunjukkan deretan 43 sepeda dimaksudkan.
Selang dua hari, Jacky mendapat complain dari customer-nya di Bali. Intinya, 43 sepeda yang dikirim dengan truk Usman belum sampai di alamat tujuan. Padahal, pengiriman hanya membutuhkan waktu perjalanan satu hari saja. ‘’Seketika itu juga, korban langsung mengecek surat kendaraan (truk) yang diperlihatan Usman kepada korban. Betapa kagetnya korban, ternyata dokumen surat-surat kendaraannya ternyata semuanya palsu,’’ ujarnya.
Sementara itu dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku, kalau truk milik Usman yang membawa 43 sepeda angin tidak langsung melaju ke Bali. Saat truk masuk tol Sidoarjo sudah ditunggu Darmaji, Agus, dan Kacong. Ketiga pelaku itu tidak lain adalah penadah. Sepeda yang harganya Rp 1,7 juta per unit kemudian dijual hanya Rp 500 ribu/unit kepada tiga penadah. Sayangnya, Agus dan Kacong belum tertangkap. ‘’Darmadi kemudian melempar ke Wahyudi, Slamet, dan Karsono. Ketiganya melempar lagi puluhan sepeda itu ke Benny, Saman, dan Usman,’’ pungkas Sumaryono. (has/udi)