Bapak Culik Anak Kandung

Nahar, melaporkan peristiwa penculikan yang dialami cucunya AR, 4 tahun ke SPKT Mapolres Malang kemarin siang.

Ala Film Action, Dikejar dan Dihadang Mobil Marinir
KEPANJEN-Aksi kejar-kejaran mirip film action terjadi di Desa Sumbermanjing Kulon Kecamatan Bantur, kemarin siang. Bahkan mobil anggota Satuan Latihan Tempur (Satlatpur) Marinir Purboyo ikut terlibat dalam aksi itu. Yang dikejar adalah Anggaran (32 tahun) yang dianggap menculik buah hatinya, AR berusia empat tahun.
Aksi Anggara kemudian berhasil dihentikan oleh mobil Marinir. Di tengah jalan, mobilnya dihadang mobil Marinir. Alhasil, Anggara kemudian dibawa ke kantor Polisi. Adalah Nahar, 50 tahun, menggendong cucunya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Malang. Kakek berdomisili di Desa Sumbermanjing Kulon Kecamatan Pagak, melaporkan peristiwa percobaan penculikan yang dialami oleh cucunya AR.
Tentu yang dilaporkan sebagai pelaku percobaan penculikan tak lain adalah ayah kandung AR sendiri bernama Anggara 32 tahun. “Rumah tangga anak saya ini sudah diambang perceraian. Nah bapaknya ini, coba merebut cucu saya ini,” ujar Nahar kepada wartawan saat melapor di SPKT Polres Malang.
Dijelaskannya, anaknya bernama Iin Devi, 30 tahun, sudah membina rumah tangga dengan Anggara selama lima tahun. Selama itulah, pasangan suami istri tersebut memperoleh seorang buah hati bernama AR. Namun, setahun belakangan ini, hubungan kedua pasutri tersebut merenggang. Bahkan saat ini menuju proses perceraian.
“Saat proses perceraian ini, saya tidak melarang bapaknya untuk menemui anaknya. Asalkan, menemuinya di rumah dan tidak diajak keluar,” urainya. Seperti kebiasan sebelumnya, Anggara menemui anak kesayangannya menggunakan sepeda motor. Saat kejadian, pelaku mendatangi anaknya tersebut menggunakan mobil.
Sontak, menimbulkan kecurigaan bagi Nahar. Meski demikian, dia tetap mempersilahkan ayahnya tersebut untuk menemui anaknya. “Saat itu, kemudian saya tinggal untuk menjaga toko yang di depan rumah,” tuturnya.
Selang beberapa menit kemudian, dia melihat sepeda motor mencurigakan lalu lalang di depan rumahnya. Kemudian, pada saat yang bersamaan, Anggara menggendong anaknya langsung memasukkannya ke dalam mobil. Sedangkan AR yang kaget dengan peristiwa itu, kontan menangis kencang. Anggara langsung memacu mobilnya ke arah barat menuju Kecamatan Bantur. Mengetahui kejadian itu, sontak membuat Nahar berteriak minta tolong.
Nahar berteriak ada penculik yang membawa anaknya. Teriakannya itu, mengundang kehebohan warga sekitar. “Warga lalu mengejar mobil tersebut. Saya kemudian melaporkan kepada anggota Satuan Latihan Tempur (Satlatpur) Marinir Purboyo di Bantur, yang merupakan teman saya untuk melakukan penghadangan,” tuturnya.
Pelarian dari pelaku tersebut, akhirnya terhenti di petigaan menuju arah Pantai Balekambang. Setelah mobil yang dibuat lari pelaku dihadang oleh mobil marinir. Kemudian, pelaku dibawa ke Polres Malang untuk diamankan. Sedangkan AR, tidak henti-hentinya menangis.
Hingga sampai di SPKT Polres Malang, AR tidak berhenti menangis. Bahkan tidak mau lepas dari gendongan kakeknya Nahar. Sementara itu, Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang Iptu Sutiyo Sh Mhum mengatakan akan mengedepankan mediasi terkait kasus ini.
“Karena ini adalah penyebabnya adalah masalah rumah tangga. Selain itu, yang melakukan penculikan ini merupakan bapak kandungnya sendiri,” tuturnya kemarin. Melalui mediasi itu, dia mengharapkan hasil yang baik. Sedangkan untuk keamanan AR ini kata dia, lebih baik diasuh oleh ibu kandungnya sendiri sesuai peraturan yang berlaku.(big/ary)