Robin Hood Pajak Ditangkap Polisi

Tersangka Andi Wahyu Wijaya saat digiring ke sel tahanan Mapolres Malang kemarin siang.

Nyamar Petugas, Uang Menipu Dibagikan ke Fakir Miskin
KEPANJEN-Aksi criminal Andi Wahyu Widjaya, 26 tahun, warga Desa Buran Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar terinspirasi Robinhood. Dia menyamar sebagai petugas pajak dan menipu pengusaha di desa-desa. Dana hasil penipuannya, kemudian disalurkan kepada fakir miskin.
Penipuan bermodus menjadi petugas pajak gadungan berhasil diungkap oleh Satreskrim Polres Malang. Tersangka berdalih menyaru sedemikian rupa, lantaran kecewa dengan oknum petugas pajak yang korupsi uang pajak masyarakat.
Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang Iptu Sutiyo SH Mhum mengatakan, modus yang dilakukan tersangka dengan mengaku sebagai Pegawai Pajak Pratama Kepanjen. “Tersangka ini menggunakan id card pegawai pajak palsu, untuk mengelabui para korbannya,” ujarnya kepada Malang Post kemarin siang.
Kemudian, dia terjun ke desa-desa menyasar para calon korbannya yang belum membayar pajak. Sedangkan yang menjadi target utama tersangka adalah pengusaha-pengusaha desa yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Data didapat dari internet. Kemudian menetapkan desa sasaran korban seperti Sumbermanjing Wetan (Sumawe) dan Desa Dengkol Kecamatan Singosari.
Tersangka kemudian memberikan pengertian kepada wajib pajak, supaya menyetorkan pajak sebesar satu persen dari penghasilan yang didapatkan. Hal itu sesuai peraturan  74 tahun 2011 tentang perpajakan. “Tersangka mempengaruhi korbannya dengan penampilan layaknya petugas pajak sungguhan,” imbuh Sutiyo.
Dia melanjutkan, sekali melakukan penipuan itu, tersangka berhasil mendapatkan uang minimal Rp 1 juta. “Modusnya, korban menyetorkan uang pajak itu kepada tersangka. Namun, oleh tersangka tidak disetorkan dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi,” kata Perwira Pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya tersebut.
Salah satu korbannya adalah Priyono, 49 tahun, warga Desa/Kecamatan Sumawe yang uang setoran pajak senilai Rp 1.071.000 digelapkan tersangka. Karena setelah tiga bulan membayar pajak kepada tersangka, dia dikirimi tagihan pajak dari Pegawai Pajak Pratama Kepanjen, yang meyatakan korban telat membayar pajak.
Kemudian korban melaporkan perisitiwa yang dialaminya itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Malang. “Menurut pengakuan tersangka, dia menjalankan aksinya sejak bulan Februari 2014 hingga Oktober. Selama itu, tersangka mengaku mendapatkan uang senilai Rp 20 juta,” papar Sutiyo.
Sementara itu, tersangka Andi Wahyu Widjaya nekat melakukan hal itu lantaran kecewa dengan oknum petugas pajak yang mengkorupsi uang pajak masyarakat. “Hasil penipuan pajak yang saya lakukan, saya serahkan seluruhnya kepada orang yang tidak mampu, seperti anak yatim piatu dan fakir miskin,” terangnya di tempat yang sama.
Sedangkan dia mengaku hasil penipuannya itu, tidak pernah sekalipun dipergunakan untuk kepentingan pribadinya. Atas perbuatannya itu, dalam persidangan nanti hukuman empat tahun penhara sudah menanti tersangka. Lantaran tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan.(big/ary)