Mercon Meledak, Tubuh Terbakar, Dua Rumah Rusak

MALANG POST - Ledakan hebat akibat mercon sudah sangat sering terjadi, namun rupanya semua peristiwa tersebut tak menjadikan jera dan pelajaran bagi mereka yang bekerja meracik mercon.
Rabu pagi (7/1/15) sekitar pukul 09.15, ledakan kuat terjadi di pemukiman padat penduduk di Dusun Blandit Timur, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari. Bunyi ledakan yang teridentifikasi dari suara mercon itu diracik oleh Samperi, pria sepuh berusia 65 tahun warga RT 14 RW05.
Peristiwa itu tak hanya membuat tubuh Samperi terbakar hebat, tapi rumahnya juga mengalami kerusakan.  Genteng rumah berserakan, sementara beberapa langit-langit atau plafon lepas hancur dan mengotori sejumlah ruangan.
Kuatnya ledakan juga merusak rumah Mat Kodir, menantu korban yang posisi rumahnya hanya dipisahkan gang kecil. Selain plafon rumah lepas, genteng rumah itu juga nyaris sama rusaknya. Selain dua rumah itu, beberapa kaca rumah tetangga seperti Tasun dan Misno, juga ikut pecah.
“Awalnya kami tidak menyangka kalau itu dari mercon. Namun setelah mendapat kabar, saya langsung menuju ke lokasi. Saat itu, korban (Samperi) sudah ada di halaman rumah. Korban mengalami luka bakar hingga lebih 60 persen dan mengaduh kesakitan,” kata Kamituwo Blandit, Saiful Hanjani.
Karena luka yang dialami sangat parah, tambah saksi, korban langsung dibawa ke RSSA Malang. Selanjutnya, petugas kepolisian dari Polsek dan Polres serta Muspika Singosari, mendatangi lokasi kejadian. “Yang rusak parah hanya rumah korban dan menantunya. Keseharian, di dalam rumah itu ada sekitar 10 orang. Kebetulan, hampir setiap pagi memang sepi sehingga ketika musibah ini terjadi, hanya Samperi yang mengalami luka-luka. Sementara keluarganya, tidak ada di rumahnya,” terang saksi seraya menjelaskan, kalau istri Samperi biasa berjualan ke Pasar Nongkojajar, Kabupaten Pasuruan. Sementara Mat Kodir, sedang kerja bangunan dan istrinya Siti (anak Samperi) mengantarkan anaknya bersekolah.
Kuatnya ledakan mercon racikan Samperi pun dirasakan Sekretaris Desa (Sekdes) Wonorejo, Jun Eko. Dia mengatakan, dirinya bersama perangkat dan Kades, saat kejadian di kantor desa yang berjarak sekitar 3 kilometer. Karena ledakan itu pula, dia langsung menuju ke lokasi bersama Kades, Poniman.
“Saya waktu itu bersama Kades di balai desa. Tahu ada mercon meledak, kami langsung ke sini (lokasi) dan sempat menolong korban untuk dibawa menjalani perawatan,” ungkap Sekdes.
Temukan Bondet
Tanpa menunggu lama, petugas forensik Polres Malang yang dipimpin langsung Kasatreskrim, AKP Wahyu Hidayat, seketika itu langsung melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Selain mengamankan sejumlah barang bukti untuk diperiksa, beberapa bahan yang dianggap rawan meledak, dimasukan ke dalam ember yang diisi dengan air. Dalam olah TKP itu, petugas nampak fokus pada pusat ledakan yang berlangsung di bagian atap rumah atau lokasi Samperi meracik mercon.
“Untuk sementara penyidik masih belum bisa memastikan apa yang menjadi penyebab mercon racikan Samperi meledak. Hanya saja, jika melihat lokasi pembuatannya, beberapa alasan sangat memungkinkan. Bisa jadi, Samperi meracik mercon sambil merokok atau bagian atap rumah dalam kondisi panas, dan prediksi ketiga, Samperi menekan mercon terlalu kuat sehingga meledak. Asumsi itu, akan diketahui begitu nanti rampung olah TKP dan pemeriksaan pelaku,” ujar Wahyu panjang lebar.
Wahyu menjelaskan, sebenarnya wilayah Dusun Blandit adalah kawasan rawan mercon. Karenanya, petugas juga pernah melakukan operasi untuk memberikan efek jera. Hanya saja, warga di sana tidak juga membuat jera.
“Lokasi ini menjadi kawasan rawan mercon. Makanya, anggota sempat melakukan razia untuk memberikan efek jera. Hanya saja, masih tetap terjadi,” tambahnya.
Wahyu menjelaskan, diduga kuat mercon yang dibuat oleh pelaku untuk diperjual-belikan, sebab petugas juga menemukan cap dari label mercon Samperi. Termasuk, ditemukan beberapa bondet yang biasa digunakan menangkap ikan dengan cara dilarang.
“Bondet juga ditemukan di tempat ini,” ujarnya.
Ledakan di rumah Samperi tidak sepenuhnya membuat warga kaget. Sekitar empat tahun lalu, petugas reskrim dari Polres Malang pernah melakukan penggeledahan di rumah tersebut. Hanya saja, tidak berhasil mengamankan barang bukti mercon racikannya. “Empat tahun lalu, rumah Samperi pernah digrebek petugas. Namun, saat itu petugas tidak menemukan barang bukti mercon,” tambah Kamituwo Blandit, Saiful Hanjani.
Hingga siang kemarin, dua rumah yang mengalami rusak parah, masih diberi tanda police line oleh petugas. Sementara keluarga Samperi, tidak ada di rumah itu. (sit/han)